INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri BUMN Rini Soemarno menjanjikan 30 perusahaan Badan Usaha Milik Negara siap untuk mengintegrasikan data perpajakan dengan otoritas pajak untuk mendorong kepatuhan pajak.
"Ini untuk menunjukan bahwa BUMN sekarang betul-betul mempunyai komitmen untuk 'good corporate goverment' dan transparan secara menyeluruh," kata Rini saat menghadiri acara integrasi data perpajakan PT Pertamina di Jakarta, Rabu (21/2/2018)
Rini mengatakan sebanyak 30 perusahaan BUMN ini telah mempresentasikan 90 persen total penerimaan pajak dari BUMN, sehingga mempunyai alasan kuat untuk segera mengintegrasikan data perpajakan.
Ia menambahkan integrasi data perpajakan yang dilakukan dapat bermanfaat untuk mendorong kewajiban pembayaran pajak perusahaan BUMN dengan benar dan tepat waktu.
"Buat kami ini sangat penting karena bisa mengetahui lebih awal pendapatan atau keuntungan dari BUMN itu betul-betul seperti yang tertera dan pembayaran pajak dilakukan baik secara tepat waktu dan efisien," kata Rini.
Seentara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seperti dilansir Antara menyambut baik janji Rini tersebut mengingat komitmen integrasi data perpajakan ini baru akan dilakukan kepada delapan BUMN.
Delapan perusahaan BUMN tersebut adalah PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Perusahaan Gas Negara, PT Telkom, PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara.
"Ibu Rini langsung meng-'challenge' jadi 30 BUMN sebelum akhir tahun, maka saya bayangkan BUMN deg-degan tiap hari punya menteri seperti ini. Indonesia memang tidak boleh menunggu terlalu lama. Saya harap ini bisa direspon oleh DJP," kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengharapkan integrasi ini diikuti BUMN-BUMN lainnya agar Indonesia mendapatkan reputasi sebagai ekonomi yang mempunyai biaya transaksi yang rendah, efisien dan produktif.