INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam range 6502 - 6713, saat ini masih akan diwarnai oleh sentimen dari laporan kinerja emiten , ditambah juga masih ditopang oleh penguatan harga komoditas yang masih cenderung dapat menopang pola gerak IHSG saat ini.

"Kondisi pergerakan iHSG selain drpd itu kondisi fundamental perekonomian yang kuat terlihat dari data perekonomian terlansir masih menjadi daya tarik bagi investor untuk terus melakukan investasi di pasar modal kita, potensi penguatan masih terlihat pada IHSG hari ini," ujar William Surya Wijaya, Vice President Research Department
PT Indosurya Bersinar Sekuritas di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Kemarin, IHSG (-0.29%) turun 19.48 poin dilevel 6643.40 dengan sektor aneka industry (-1.23%) dan Property (-1.23%) memimpin pelemahan. Sedangkan sektor pertanian (+1.26%) dan Pertambangan (+1.11%) menjadi penahan pelemahan. Outlook positif dari tambang logam dan CPO menjadi faktor utama.

Data tingkat pertumbuhan pinjaman naik menjadi 8.2% YoY memberikan sisi optimis BI pada pelonggaran kebijakan makroprudensial dengan target pertumbuhan kredit kembali diatas 10%. Investor asing tercatat net buy sebesar 79.02 Miliar rupiah dengan saham BBNI dan PGAS menjadi top net value.

Ia merekomondasikan untuk mencermati beberapa saham-saham berikut,  KLBF, TLKM, BBNI, BJTM, TBIG, HMSP, BBNI, SMCB, AKRA dan WTON