INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal bergerak terkonsolidasi negatif dan tertahan pada level support Moving Average 5. Indikator Stochastic bergerak dead-cross pada jenuh beli dengan momentum bearish terlihat pada indikator RSI membuat bayangan tekanan masih akan dirasakan IHSG.

"IHSG   kembali menguji support MA5 dan MA20 dengan rentan pergerakan 6595-6680," kata dia di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Ia menyodorkan saham-saham  yang masih perlu dicermati diantaranya BBRI, EXCL, JSMR, KLBF, LSIP.


Kemarin, IHSG (-0.29%) turun 19.48 poin dilevel 6643.40 dengan sektor aneka industry (-1.23%) dan Property (-1.23%) memimpin pelemahan. Sedangkan sektor pertanian (+1.26%) dan Pertambangan (+1.11%) menjadi penahan pelemahan. Outlook positif dari tambang logam dan CPO menjadi faktor utama.

Data tingkat pertumbuhan pinjaman naik menjadi 8.2% YoY memberikan sisi optimis BI pada pelonggaran kebijakan makroprudensial dengan target pertumbuhan kredit kembali diatas 10%. Investor asing tercatat net buy sebesar 79.02 Miliar rupiah dengan saham BBNI dan PGAS menjadi top net value.

Bursa Eropa dibuka mayoritas melemah. Indeks Eurostoxx (-0.71%), FTSE (-0.27%) dan DAX (-0.70%) dibuka pada zona negatif. Perhatian investor tertuju pada pertemuan the Fed pada hari rabu dan pertemuan ECB pada hari kamis. Euro turun 0,2% menjadi $ 1,2317, terlemah dalam lebih dari seminggu. Pound Inggris merosot 0,4% menjadi $ 1,3939, terlemah dalam lebih dari seminggu.

Mayoritas indeks saham di Asia bergerak mixed dengan terkonsolidasinya dua indeks Jepang Nikkei (+0.21%) dan TOPIX (-0.05%) setelah data Manufakturing PMI berkontraksi negatif terhadap ekspektasi sedangkan Indeks Hangseng (+1.81%) dibuka pertama kali setelah libur imlek dengan penguatan yang signifikan.