INDUSTRY.co.id - Mataram-Pada perdagangan Rabu (21/2/2018) diperkirakan tekanan pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghantui dengan range pergerakan 6595-6700.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang ASRI, KLBF, BEST, BIPI, INAF, SMBR.
"Sesuai perkiraan sebelumnya IHSG bergerak terkoreksi pasca break level tertinggi dengan pola candlestick bearish harami tepat pada area upper bollinger bands. Indikator stochastic dead-cross pada area jenuh beli dengan Indikator RSI yang mulai terlihat jenuh," ujar dia di Jakarta, Rabu (21/2/2018).
IHSG (-0.39%) turun -26.41 poin kelevel 6662.88 dengan sektor industri dasar (-1.38%) berbalik terkoreksi seiring sektor konsumer (-1.19%) dan aneka industri (-1.14%) yang juga melemah. Saham SMGR, KRAS dan WSBP menjadi leader pelemahan di sektor industri dasar. Optimisnya realisasi defisit APBN Januari 2018 sebesar Rp37.1 Triliun sebesar 0.25% terhadap PDB lebih rendah berbanding periode sebelumnya di tahun 2017 mencapai RP44.9 Triliun rupiah atau sebesar 0.33% PDB hingga realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp101.4 Triliun rupiah menjadi salah satu faktor penahan pelemahan IHSG. Investor asing tercatat net sell 198.73 Miliar rupiah dengan saham BBRI yang menjadi top net value.
Indeks saham di Eropa terkonsolidasi negatif. Indeks Eurostoxx (-0.05%), FTSE (-0.39%) dan DAX (-0.04%) dibuka sedikit berubah. Euro turun 0,5% menjadi $ 1,23, terendah dalam lebih dari seminggu dan Pound Inggris merosot 0,5% menjadi $ 1,39. PPI di German naik berkontraksi dengan ekspektasi 2.1% YoY dari 2.3% diperiode sebelumnya.
Ekuitas Jepang ditutup terkoreksi dimana Indeks Nikkei (-1.01%) dan TOPIX (-0.72%) turun cukup signifikan. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda tidak membahas kebijakan moneter saat tampil di parlemen sehingga memanaskan spekulasi mengenai kemungkinan BOJ mengurangi stimulusnya sejak bank sentral mengurangi pembelian obligasi pemerintah pada Januari.