Musim Sepi, Hotel Disarankan Hindari Perang Tarif

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 17 Februari 2018 - 08:51 WIB

Desa Wisata Kembangarum, di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta (Foto: yogyakarta.panduanwisata.id)
Desa Wisata Kembangarum, di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta (Foto: yogyakarta.panduanwisata.id)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan pelaku usaha perhotelan di daerah itu menghindari perang tarif selama masa "low season" atau musim sepi kunjungan yang diperkirakan terjadi hingga Maret 2018.

"`Low season` kami perkirakan masih sampai Maret. Biasanya dilakukan penurunan tarif," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, kemarin.

Menurut dia, sejak awal Januari 2018 okupansi atau tingkat hunian kamar hotel cenderung rendah dengan rata-rata mencapai 30 hingga 50 persen. Rendahnya tingkat hunian itu antara lain disebabkan belum ada musim liburan baik di Indonesia maupun mancanegara.

"Apalagi banyaknya jumlah hotel di Yogyakarta mengharuskan hotel berbagi `kue` kunjungan," kata dia.

Kondisi itu, menurut Istijab, dapat memicu munculnya persaingan hotel dengan cara yang tidak sehat antara lain dengan melakukan perang tarif atau penurunan tarif di bawah batas bawah tarif yang disepakati.

Sebelumnya bersama Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, PHRI DIY telah membuat program paket wisata murah "Jogja Heboh" sebagai terobosan mendongkrak kunjungan wisata sekaligus tingkat hunian hotel di DIY namun belum banyak peminatnya.

"Belum banyak peminatnya. Kami perkirakan baru mampu meningkatkan 5 persen tingkat hunian kamar hotel," kata dia.

Sebanyak 40 hotel berbintang yang berpartisipasi dalam program "Jogja Heboh" menawarkan diskon tarif menginap hingga 60 persen. Demikian juga dengan biro perjalanan yang tergabung dalam Asita DIY akan memberikan paket perjalanan murah serta menawarkan destinasi-destinasi wisata baru dan menarik di Yogyakarta.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PATRIA mendapatkan apresiasi penghargaan “The 5th Outstanding Corporate Innovator Indonesia Award”

Rabu, 19 Juni 2019 - 21:56 WIB

PATRIA Raih Penghargaan The 5th Outstanding Corporate Innovator Indonesia Award

Sebagai perusahaan engineering & manufacturing yang fokus akan inovasi, PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA) selalu berusaha mengembangkan bisnisnya dengan masuk ke sektor-sektor baru…

Presiden Jokowi dan Presiden Donald Trump di KTT G20 (Foto Setpres)

Rabu, 19 Juni 2019 - 21:00 WIB

Presiden Jokowi akan Bahas Tiga Topik di KTT G-20

Mengenai KTT negara-negara yang tergabung dalam Group 20 (G-20), di Osaka, Jepang, 28-29 Juni mendatang, Presiden Jokowi mengatakan, ingin mengangkat, membicarakan yang pertama mengenai persoalan…

Pasukan Perdamaian PBB (Foto Ist)

Rabu, 19 Juni 2019 - 19:30 WIB

Satuan Batalion Prajurit TNI Laksanakan Misi Perdamaian PBB

Satuan Batalyon Infanteri 141/AYJP terpilih menjadi satuan tugas misi perdamaian PBB.

Pengerukan Sendimen ditepi sungai Citarum oleh PT. South Pacific Viscose

Rabu, 19 Juni 2019 - 19:08 WIB

Investor Austria Apresiasi Pemerintah Indonesia Atas Pemberian Izin Pengerukan Sendimen Ditepi Sungai Citarum

Pada pekerjaan pengerukan tersebut, PT. South Pacific Viscose yang merupakan bagian bisnis Lenzing AG dari negara Austria bekerjasama dengan PT. Barokah Jaya untuk pekerjaan di sungai serta…

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 Juni 2019 - 19:00 WIB

RI-ASEAN Bersatu Hadapi Perang Dagang AS-Tiongkok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, di Bangkok, Thailand, 22—23 Juni mendatang, akan mengajak negara-negara ASEAN bersatu dalam mengantisipasi…