INDUSTRY.co.id - Jakarta - G-SHOCK akan segera rayakan ulang tahun yang ke-35 pada bulan April 2018 mendatang. Untuk merayakannya, Casio Computer Co., Ltd., melakukan tur ‘Shock the World’ ke berbagai Negara di dunia selama satu tahun penuh sejak November 2017 lalu dan meluncurkan sejumlah koleksi limited edition,salah satunya empat buah jam tangan G-SHOCK berwarna merah yang disebut ‘Red-Out Collection’.

Advertisement

Warna merah digunakan pada keempat jam tangan ini merupakan warna simbolis khas G-SHOCK. Red-Out Collection ditampilkan dengan warna merah yang merupakan teknologi pelapisan baru yang menggabungkan beberapa partikel ke dalam cat hingga memberikan hasil akhir warna merah matte. 

Hampir seluruh area jam tangan berwarna merah, termasuk LCD-nya. Sentuhan besi hitam yang menghiasi penutup belakang jam dan penahan tali jam yang juga berwarna hitam membuat warna merah makin menonjol. Red-Out Collection mengusung identitas G-SHOCK yang telah berevolusi selama 35 tahun namun terus mempertahankan ketangguhannya.

Advertisement

Bagian belakang penutup Red-Out Collection digrafir dengan logo perayaan 35 tahun G-SHOCK yang dirancang oleh Eric Haze, seorang artis grafis ternama, sedangkan penahan tali jam dihiasi tiga buah bintang di bagian atas dan lima buah bintang di bagian bawah yang melambangkan 35 tahun G-SHOCK. Red-Out Collection dirancang dan diberi warna sesuai dengan konsep merek G-SHOCK yaitu ‘Ketangguhan Tanpa Batas’.

Pada tanggal 6-10 Desember lalu, ‘The Father of G-SHOCK’, Kikuo Ibe, datang ke Indonesia dan sempat bertemu sejumlah awak media.

Advertisement

Ia menceritakan, selama dua tahun Ibe membuat berbagai percobaan dengan lebih dari 200 jam tangan, hingga akhirnya pada tahun 1983 ia berhasil membuat prototype jam tangan G-SHOCK yang diberi nama DW-5000C.

Model klasik ini masih bertahan hingga hari ini, dan diadopsi oleh berbagai model G-SHOCK, termasuk Red-Out Commemorative Collection, yaitu model DW-5635C.

Advertisement

“Kami cukup bangga melihat bahwa model legendaris G-SHOCK masih dipertahankan, bahkan menjadi salah satu yang paling dicari penggemarnya. Hal ini membuktikan bahwa G-SHOCK tidak perlu mengikuti tren, namun menciptakan tren yang tidak lekang oleh waktu,” ujar Hirokazu Satoh, Chief Representative, Jakarta Representative Office, CASIO Singapore.

Keempat model Red-Out Collection merupakan adaptasi dari model-model sebelumnya. Selain DW-5635C yang mengadaptasi model pertama G-SHOCK, DW-5735C dibuat berdasarkan model DW-5700, salah satu model awal G-SHOCK yang terkenal karena bagian muka yang bulat dengan LCD digital.

G-SHOCK DW-6935C dibuat berdasarkan DW-6900, salah satu model yang paling banyak dipakai untuk model kolaborasi. Sedangkan GA-735C yang berukuran yang lebih besar dibuat berdasarkan GA-700 yang kini merupakan salah satu model yang paling digemari di Indonesia.