INDUSTRY.co.id - Purwokerto- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di provinsi itu dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan mengedukasi masyarakat.

Advertisement

"Maka kita semua harus siaga, seluruh komponen masyarakat menjaga kenyamanan dan ketertiban," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/2/2018)

Ganjar mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri upacara Gelar Pasukan Menjaga Kondusivitas Wilayah dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-68 Satuan Polisi Pamong Praja dan HUT Ke-56 Satuan Perlindungan Masyarakat Tingkat Jawa Tengah di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto.

Advertisement

Menurut dia, pihaknya juga minta para calon dan pendukungnya untuk ikut menjaga kondusivitas agar jangan sampai ada politik SARA, fitnah, berita-berita "hoax", termasuk yang ada di media sosial.

"Kami tahu itu sulit, tapi kalau kita tidak mengupayakan, tidak keroyokan bareng-bareng, ya kita akan mengalami persoalan. Jawa Tengah akan diuji kedewasaan berpolitiknya dan saya yakin di Jawa Tengah masyarakatnya akan bisa menjaga itu semua," tuturnya.

Advertisement

Ia mengatakan seluruh Satpol PP dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sudah berdiskusi untuk membicarakan permasalahan itu, Terkait dengan berita-berita "hoax", Ganjar mengatakan Satpol PP diminta untuk selalu mengikuti perkembangannya meskipun tidak memiliki instrumen yang bagus.

Menurut dia, pihaknya sudah cukup aktif untuk memantau perkembangan berita-berita "hoax" itu.

Advertisement

"Tapi alat-alat yang sangat canggih, tentu miliknya Polda (Kepolisian Daerah Jawa Tengah), sehingga kita bisa memantau untuk dilaporkan ke Polda," ujarnya.

Sementara saat memberi sambutan dalam upacara Gelar Pasukan, Ganjar meminta Satpol PP untuk ikut mengawasi pergerakan yang terjadi di dunia maya sehingga bisa mengetahui apa yang terjadi di sana.

"Kita adalah satu bangsa, satu keluarga besar yang disebut Indonesia. Saya ingin Jawa Tengah menjadi barometer nasional dalam kontestasi demokrasi sehingga bisa kita tunjukkan bahwa pilkada ini bisa tertib, pilkada yang cerdas, yang mendidik, yang bermartabat, pilihan boleh beda, itu adalah keniscayaan," katanya.