INDUSTRY.co.id - Pati- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan petani untuk tidak terlalu khawatir dengan panen raya yang bisa berdampak pada penurunan harga jual gabah karena pemerintah siap meningkatkan penyerapan gabah petani hingga dua kali lipat.
"Kami menargetkan penyerapan gabah petani hingga dua kali lipat sampai Juni 2018 mencapai 4,4 juta ton atau setara beras 2,2 juta ton," kata Mentan yang didampingi Bupati Pati Haryanto di sela-sela panen padi di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Rabu (7/2/2018)
Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo bersama wakilnya Jusuf Kalla selalu mengingatkan agar menjaga petani.
Di antaranya, menjaga harga jual gabah petani agar mereka tetap mendapatkan keuntungan, kemudian menjaga infrastruktur dengan membangun saluran irigasi, memunculkan teknologi yang bisa membuat peningkatkan produksi dan peningkatan indeks pertanaman.
Dalam rangka membantu petani agar tetap mendapatkan keuntungan, pemerintah dalam melakukan penyerapan gabah petani menerapkan fleksibilitas harga sebesar Rp4.070 per kilogramnya.
Untuk saat ini, lanjut dia, Perum Bulog siap melakukan penyerapan beras petani.
Sementara sesuai Inpres Nomor 5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah yang merupakan inpres terakhir soal harga pokok pembelian (HPP) gabah dan beras, HPP untuk gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp3.700 per kilogram.
"Kebijakan fleksibilitas harga gabah sebesar Rp4.070/kg agar petani terselamatkan dari potensi kerugian karena panen raya sehingga mengakibatkan harga turun," ujarnya.
Kunjungannya ke lapangan, kata dia, ingin melihat secara langsung potensi panen tanaman padi serta harga gabah saat ini.
Ternyata, kata Andi, harga jual gabah petani mulai turun hingga 30 persen, sedangkan di tingkat konsumen ketika jadi beras justru hanya turun berkisar 3-4 persen.
Harga jual gabah kering panen saat sekarang di tingkat petani mencapai Rp4.200/kg, sedangkan sebelumnya ada yang mencapai Rp6.000/kg serta Rp5.600/kg.
"Kami berharap, harga jual di tingkat konsumen bisa turun setidaknya 30 persen atau paling tidak sekitar 20 persen. Akan tetapi, jangan sampai turunnya hanya berkisar 4 persen," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menginginkan, dukungan semua pihak agar komoditas yang diekspor semakin bertambah, setelah sebelumnya ada komoditas bawang merah, beras dan jagung.
Ia juga mengingatkan, petani di Kabupaten Pati agar tidak mudah menyerah dengan keadaan, terutama dalam menghadapi serangan hama wereng bisa dicarikan teknologi yang bisa mengatasi permasalahan tersebut.
"Hama tidak pernah hilang, yang bisa dilakukan tentunya lewat pegendalian," ujarnya.