INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan pergerakan  masih rawan terjadi aksi profit taking dengan range pergerakan 6482-6585.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan,  saham-saham yang masih dapat menjadi perhatian diantaranya BBNI, INDF, INTP, JSMR, PGAS, ELSA.

"IHSG bergerak menguat setelah berhasil seakan rebound atau menyentuh level support 6500an. Meskipun demikian pergerakan menguat tertahan dengan resistance MA5 seiring indikator stochastic dead-cross pada area overbought dan indikator RSI tertekan momentum bearish," ujar dia di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

IHSG (+0.46%) kemarin, ditutup menguat 30.14 poin dilevel 6605.63 setelah mengalami koreksi yang cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya. Sektor industry dasar (+2.11%) dengan saham produsen semen SMBR (+16.72%) memimpin penguatan. Investor asing tercatat net sell 952.36 Miliar rupiah.

 

Di Eropa, Indeks saham dibuka mayoritas menguat terkonsolidasi diantaranya Indeks Eurostoxx (+0.10%), FTSE (+0.05%), DAX (+0.22%) dan CAC (+0.16%). Data inflasi di zona Eropa rilis naik diatas ekspektasi 1.2% dari 1.1% diperiode sebelumnya. Investor akan fokus pada keputusan Federal Reserve pada kebijakan moneter serta suku bunga.

Ekuitas Asia ditutup mixed dengan pelemahan pada indeks saham Jepang, Nikkei (-0.83%) dan TOPIX (-1.15%) ditutup turun seiring penguatan obligasi pasca BOJ meningkatkan pembelian aset. Sedangkan indeks Hangseng (+0.86%) dan Shanghai (+0.47%) ditutup menguat. Indeks sektor manufaktur China berada di bawah ekspektasi, sementara perkiraan sektor jasa melampaui perkiraan.