INDUSTRY.co.id - Denpasar - Aiman Cahyadi bisa dikatakan membuat kejutan di Tour de Indonesia (TdI) 2018 setelah mampu menjadi pebalap Indonesia tercepat pada kejuaraan yang mengambil start di Candi Prambanan, Yogjakarta dan finis di Denpasar, Bali, Minggu (28/1/2018)

Advertisement

Pebalap yang memperkuat Team Sapura Cycling Malaysia itu mengaku salah satu kunci kesuksesan di kejuaraan level 2.1 UCI ini adalah latihan mandiri di Yogjakarta sebelum bergabung dengan rekan satu timnya yang selama ini berlatih di Malaysia.

"Latihan mandiri saya tidak sia-sia. Saya bersyukur bisa memberikan yang terbaik. Dukungan tim sangat membantu untuk meraih hasil ini," kata Aiman usai menyelesaikan perlombaan di Lapangan Renon, Denpasar.

Advertisement

Kebahagiaan pebalap asal Bandung ini terasa istimewa karena juga dirasakan oleh keluarga kecilnya yang memberikan dukungan langsung. Adalah pebalap putri nasional Yanthi Fuchiyanti dan anak laki-lakinya yang saat ini masih berusia dua tahun.

Saat masuk finis, Aiman langsung mendatangi keluarga kecilnya. Bahkan, sang anak langsung memintanya untuk digendong meski keringat masih membasahi badannya. Aiman-pun tidak canggung dan memenuhi keinginan anak semata wayangnya.

Advertisement

"Dia memang kangen. Hampir dua bulan saya tidak bisa bermain dengan leluasa karena menjalani latihan mandiri selama persiapan Tour de Indonesia," kata juara Tour de Siak 2017 itu.

Setelah bertemu dengan keluarga, Aiman langsung bergabung dengan rekan satu timnya untuk menunggu penutupan kejuaraan yang sebelumnya vakum selama tujuh tahun itu. Team Sapura Cycling sukses menjadi peringkat dua untuk kategori tim.

Advertisement

Khusus untuk Aiman, menjadi pebalap Indonesia tercepat setelah membukukan total catatan waktu 14:15:13 untuk menempuh jarak 615,8 dari Candi Prambanan Yogjakarta menuju Denpasar, Bali. Catatan waktunya ini unggul 44 detik dengan pebalap ACC, Yuda Muhammad. (Ant)