INDUSTRY.co.id, Palembang -Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) tengah berupaya melakukan pembenahan dalam rangka mewujudkan implementasi paradigma baru. Hal itu dimaksudkan, untuk meningkatkan standar mutu pelayanan dengan melakukan beberapa perbaikan, diantaranya perbaikan standar operasi pelayanan (SOP), perbaikan infrastruktur layanan, perbaikan infrastruktur IT, dan perbaikan SDM.

“Saya akan melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya. Misalnya terkait pemberian dana bergulir atau pinjaman kepada masyarakat, terutama koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM),” ujar Direktur Utama KUMKM, Braman Setyo, kepada wartawan, di Palembang, Sumatera Selatan, belum lama ini.

Selama ini, ujar Braman, penyaluran dana bergulir tidak dilakukan melalui perusahaan penjamin. Akibatnya, dia menambahkan, tidak sedikit yang mengalami kemacetan. “Ini penting supaya tidak terjadi lagi kredit macet di LPDB seperti tahun-tahun yang telah lewat,” ujar Braman, saat melakukan peninjauan di sejumlah koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) yang mengajukan permohonan kredit ke LPDB.

Mengingat, kata dia, sejak berdiri sekitar 11 tahun lalu sampai pertengahan 2017, sebesar Rp 400 miliar dana yang disalurkan LPDB belum dikembalikan alias kredit macet. “Ini sebagai akibat tidak adanya perusahaan penjamin,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Braman menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan dana bergulir atau pinjaman kepada masyarakat, terutama KUMKM. Namun hal tersebut, dipersyaratkan harus melalui perusahaan penjamin, seperti PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

“Saya harus tinjau langsung ke lapangan. Lihat usaha mereka. Selanjutnya, saya kaji berkas permohonan mereka, dan harus melalui perusahaan penjamin, seperti PT Jamkrida atau Jamkrindo,” kata dia.

Menurut dia, yang membiayai perusahaan penjamin adalah KUMKM yang mendapatkan dana dari LPDB. “Nah, kalau KUMKM-nya tidak mampu mengembalikan dana yang dipinjam, maka LPDB akan berurusan dengan perusahaan penjamin. Ini ketentuan internasional sebenarnya,” kata Braman.