INDUSTRY.co.id -Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak mixed berpeluang terkoreksi diawal pekan dengan range pergerakan 6440-6500.
“IHSG secara teknikal bergerak kembali terkonsolidasi setelah gagal terkoreksi diakhir pekan. Pola candlestick pergerakan membentuk Hanging man dengan indikasi koreksi. Namun secara pergerakan Wave, IHSG masih memiliki ruang pergerakan hingga menguji level 6500. Indikator stochastic berpotensi dead-cross pada area overbought dengan momentum RSI yang cenderung tertahan,” ujar Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia di Jakarta, Senin (22/1/2018).
Akhir pekan lalu, IHSG (+0.28%) ditutup menguat 18.23 poin kelevel 6490.89 pada pre closing dengan sektor industri dasar (+0.92%) memimpin penguatan. Saham TKIM, INKP dan SMCB menguat diatas 5%. Pergerakan IHSG selama perdagangan cenderung tertahan pada zona merah setelah beberapa pandangan ekonomi mengenai suku bunga Indonesia yang tertahan. Investor asing tercatat net sell 899.55 Miliar rupiah dengan saham TOWR, ICBP, PGAS dan TLKM yang mengalami aksi jual hingga diatas 100 Miliar.
Bursa saham di Eropa optimis mengikuti bursa saham di Asia diakhir pekan. Indeks Eurostoxx (+0.57%), FTSE (+0.08%), DAX (+0.77%) dan CAC (+0.46%) mengua. Optimisme tentang pertumbuhan ekonomi yang mendorong ekuitas kerekor tertinggi akhirnya menyusul pada pasar obligasi karena faktor pertumbuhan tingkat inflasi di AS. Sentimen selanjutnya yang akan menjadi fokus investor diantarnaya; Forum ekonomi Dunia Tahunan yang akan dihadiri Donald Trump, Keputusan kebijakan moneter bank sentral hingga pertemuan OPEC guna mengkaji lagi strategi pemangkasan produksi minyak.
Mayoritas indeks saham di Asia mengakhiri pekan dengan penguatan. Indeks Nikkei (+0.19%), TOPIX (+0.69%), Hangseng (+0.41%) dan Shanghai (+0.33%) ditutup menguat. Optimisme terpancar dari angka pertumbuhan ekonomi di Tiongkok yang tumbuh diatas ekspektasi.