INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan pada awal pekan akan bergerak kembali cenderung menekan tertahan dengan range pergerakan 6325-6410.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati pada pekan depan diantaranya BBNI, BBRI, BSDE, CPIN, ICBP, JSMR, BJBR, SMBR.
"Pola pergerakan bearish menghantui IHSG jika IHSG tidak sanggup berada kembali diatas MA5 (6377) dengan target koreksi jika terjadi aksi jual hingga MA20 (6258)," kata dia di Jakarta, Senin (15/1/2018).
Menutup pekan IHSG kembali terkonsolidasi seakan bergerak tertahan pada Moving Average 5 days. Indikator Stochastic pun berindikasi dead-cross dengan momentum yang cenderung menekan dari indikator RSI.
IHSG (-0.25%) kemarin ditutup melemah 16.27 poin kelevel 6370.06 dengan sektor pertambangan (+0.85%) dan konsumer (+0.22%) menjadi penahan pelemahan disaat sektor pertanian (-0.86%), Aneka Industri (-0.83%) dan Infrastruktur (-0.74%) menekan IHSG ke zona merah.
Data penjualan sepeda motor tahunan turun menjadi -5% dari -3.7% diperiode sebelumnya dan Harga CPO di malaysia kembali tertekan di hari kedua dan mencatatkan pelemahan terbesar mingguan sejak bulan desember akibat menguatnya harga ringgit dan meningkatnya supply. Meskipun demikian Investor asing tetap tercatat net buy sebesar 325.38 Miliar rupiah dengan saham BMRI dan ADRO kembali ramai diburu.
Bursa Eropa dibuka sedikit berubah. Indeks Eurostoxx (+0.12%), FTSE (+0.04%) dan CAC (+0.00%) dibuka terkonsolidasi positif. Sentimen politik di jerman yang mampu mencapai kesepakatan awal untuk negosiasikan pemerintah koalisi menjadi salah satu faktor. Euro meningkat 0,6% menjadi $ 1,211, terkuat dalam sekitar tiga tahun. Sentimen selanjutnya diawal pekan depan dari dalam negeri yakni data neraca perdagangan dan komposisi eksport import serta data pertumbuhan pinjaman dengan ekspektasi cukup baik.