INDUSTRY.co.id - Jakarta, Isu hangat terkait perombakan kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) kembali ramai diperbincangkan. Menyusul terjadinya polemik status dua menterinya yakni Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Advertisement

Seperti diketahui, Khofifah sendiri dipastikan mundur setelah mendaftarkan diri maju sebagai calon Gubernur untuk Pilkada Jawa Timur, sementara Airlangga yang berstatus sebagai Ketua Umum Partai Golkar masih belum jelas nasibnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bima Yudhistira menilai posisi Airlangga sebaiknya diganti agar kinerja perindustrian tidak terpecah dua.

Advertisement

Lantas, siapa sosok yang paling pantas untuk menggatikan posisi Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian?

Terkait hal tersebut, Bima menolak untuk menyebutkan nama. Namun, menurutnya ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki oleh Menteri Perindustrian yang baru.

Advertisement

"Kriterianya adalah orang yang memang berpengalaman. Mengingat waktu efektif kerjanya hanya 1,5 tahun, jadi diperlukan sosok yang sudah pernah jadi birokrat sebelumnya sehingga bisa langsung kerja dan punya langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan masalah sektor industri," ujar Bhima di Jakarta (12/1/2018).

Saat ditanya terkait apakah kandidat pengganti Airlangga harus dsri kalangan profesional atau independen?

Advertisement

Bima tak mempermasalahkan hak tersebut. Namun, itu bisa menjadi opsi agar perbaikan kinerja di perindustrian terlepas dari keoentingan golongan dalam sisa waktu kabinet kerja Jokowi-JK.

"Sebaiknya dari profesional agar tak terpengaruh gejolak politik saat ini. Namun, yang terpenting harus punya pengalaman di birokrasi," tutupnya.