INDUSTRY.co.id - Sulawesi Tenggara - Awal tahun 2018 sepertinya menjadi awal yang baik untuk para petani, khususnya petani padi. Petani padi desa Linonggasai, Sulawesi Tenggara menikmati hasil panen padi saat ini. Di tengah harga gabah yang  tinggi, kemarin (11/1) para petani di desa Linonggasai memasuki waktu panen padi.

Luas yang dipanen hari sebesar 27 ha dari luas 250 ha. Hal ini sangat membuat para petani sumringah dan tidak merasa sia-sia.

Acara panen ini dihadiri Peneliti BPTP SULTRA, TNI, Kepala Desa Lijonggasai dan kelompok Tani. Pada kawasan ini, padi diusahakan ditanami dengan IP 250%.

Keberhasilan menanam padi pada wilayah tersebut di dukung dengan ketersediaan jaringan irigasi yang baik. Produktivitas yang di capai berkisar 4 - 5 ton.

Zainudin, salah satu  petani desa Linonggasai, menyatakan bahwa produktivitas yang dicapai cukup baik,  meskipun masih ada beberapa serangan hama dan penyakit tanaman terutama penggerek batang. 

Kepala Desa Linonggasai, L. Tuduan, menyatakan sangat berterima kasih kepada Kementrian Pertanian yang telah memprogram peningkatan produksi padi serta stabilisasi harga panen, sehingga petani dapat menikmati harga yang baik saat ini, yang bisa mencapai Rp. 4.700 per kg terima di sawah.  Menurut mereka harga ini sudah yg paling tinggi diterima selama mereka mengusahakan padi.

Babinsa Desa Linonggasai, Sertu Gondong M. Affandi, yang telah mendampingi program Upsus padi sawah, menyatakan bahwa keberhasilan petani dalam berusaha tani karena petani cukup kompak dalam hal waktu penanaman sehingga bisa panen pada waktu yang tepat.

Kepala BPTP Sultra juga menyatakan bahwa produksi yang dicapai petani di wilayah ini masih memungkinkan di tingkatkan melalui penggunaan benih unggul varietas baru diantaranya varietas inpari 43 yang produktivitasnya bisa mencapai 9 ton per ha.