Hari ini, Harga CPO Malaysia Berkisar RM2.550-2.620 per Ton

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 09 Januari 2018 - 13:06 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia diperkirakan kembali menguat di kisaran RM2.550-2.620 per ton. Itu karena adanya potensi kenaikan permintaan CPO setelah kenaikan pajak ekspor CPO ditunda pemerintah Malaysia.

Awal pekan ini, harga CPO sempat tertekan akibat menguatnya kurs Ringgit Malaysia (RM). Apresiasi mata uang Malaysia itu membuat harga CPO menjadi mahal. Akan tetapi, harga CPO tersebut menguat di akhir sesi perdagangan akibat ekspektasi kenaikan permintaan.

“Penundaan kenaikan pajak ekspor CPO tersebut diharapkan dapat mendorong harga menjadi lebih kompetitif, sehingga permintaan meningkat dan mendorong kenaikan harga jual,” ujar Putu Agus Pransuamitra, analis bursa komoditas PT Monex Investindo Futures.

Pemerintah Malaysia dikabarkan melakukan penundaan kenaikan pajak ekspor CPO tersebut selama tiga bula, yaitu sejak 8 Januari 2018 hingga 7 April 2018.

“Kendati demikian, kenaikan pajak CPO tersebut kemungkinannya akan dilakukan sebelum tiga bulan tersebut berakhir jika cadangan CPO di Malaysia berkurang hingga menjadi 1,6 juta ton,” papar Putu.

Seperti diketahui, total cadangan CPO Malaysia pada November 2017 tercatat sebanyak 2,56 juta ton. Itu adalah jumlah cadangan tertinggi selama dua tahun terakhir ini.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menggerus harga CPO ke posisi terendah dalam enam bulan terakhir ini pada pertengahan Desember 2017 lalu. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.