INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memberikan indikasi penguatan yang tertahan pada perdagangan selanjutnya pada rentan pergerakan 6324-6415.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, BBNI, LPKR, ERAA, ADHI.
"Secara teknikal IHSG break out target penguatan fibonacci 38.2% di level 6375 dengan selanjutnya menguji upper bollinger bands hingga di kisaran 6440. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi positif dengan Momentum RSI yang tertahan pada zona overbought," kata dia di Jakarta, Selasa (9/1/2018).
IHSG (+0.50%) kemarin, menguat 31.67 poin dilevel 6385.40 dengan sektor pertambangan (+2.56%) dan Property konstruksi (+1.73%) memimpin penguatan.
Harga minyak yang terlihat kuat diatas $61 perbarrel menjadi trigger harga pertambangan energy lainnya dan Prospek konstruksi dalam negeri yang dinilai baik pada tahun ini menjadi faktor penguatan sedangkan Sektor Industri Dasar (-0.86%) menjadi penekan setelah wacana pemerintah mengenai harga patokan Ayam dan Telur berhasil mengirim saham CPIN (-8.61%) dan JPFA (-3.96%) turun memimpin pelemahan sektor Industri Dasar. Investor asing tercatat net buy 331.88 Miliar rupiah dengan saham ADRO, BBCA dan UNTR yang ramai dikoleksi investor asing.
Bursa saham di Eropa dibuka positif mengikut bursa saham di Asia. Indeks Eurostoxx (+0.30%), DAX (+0.45%) dan CAC (+0.31%) dibuka menguat. Data Factory Orders rilis positif YoY di German 8.7% dari 6.9% sedangkan Tingkat kepercayaan konsumen dan kepercayaan industri di Zona Eropa diperkirakan cukup baik melihat indeks sentix investor confidence yang meningkat diatas ekspektasi.
Pada sentimen selanjutnya investor akan terfokus pada data Inflasi di AS yang mungkin akan menunjukan tekanan harga yang tetap teredam. Pertemuan korea utara dan korea selatan. dan data produsen serta konsumen di Tiongkok.