INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pengembang besar Sinar Mas Land menilai kawasan hunian masa depan akan mengandalkan integrasi dengan sistem transportasi massal atau dikenal dengan konsep "transit oriented development" (TOD).
"Kami sadar bahwa, kawasan hunian dan komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal akan menjadi solusi atas kehidupan masyarakat Jakarta yang semakin hari semakin terjebak dalam kemacetan," kata CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra di Jakarta, kemarin.
Ia mencontohkan kawasan hunian di Kota Wisata Cibubur yang dibangun Sinar Mas juga telah dilengkapi dengan akses transportasi terintegrasi.
Menurut dia, hal tersebut juga dinilai bakal membuat kawasan ini berpotensi menjanjikan keuntungan berinvestasi yang berlipat di masa mendatang.
"Pembangunan tol Cimanggis-Cibitung dengan akses langsung ke dalam kawasan Kota Wisata dan LRT (kereta ringan) akan rampung serta dapat beroperasi pada tahun 2018 mendatang," paparnya.
Ia juga mengingatkan bahwa integrasi properti dengan transportasi menjadi aspek penting bagi setiap pengembang.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah terus membangun dan mengembangkan berbagai moda transportasi yang terintegrasi untuk mengurangi kemacetan, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Kita ini kan bukan hanya membangun kereta bandara, kita juga ingin mengalihkan pengguna mobil-mobil pribadi supaya mau menggunakan transportasi massal," kata Presiden Jokowi usai meresmikan dan mencoba Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru Jakarta, Selasa (2/1).
Presiden menyebutkan pengoperasian kereta bandara merupakan salah satu dari penyediaan moda transportasi untuk mengurangi kemacetan termasuk di Jakarta dan sekitarnya.
Ketika ditanya kapan target semua moda transportasi dapat terintegrasi, Jokowi mengatakan semua dikerjakan satu per satu.
"Kereta bandara dulu rampung, nanti LRT pada 2019 sudah seleaai, MRT dari selatan ke utara nanti rampung juga. Ini satu per satu," katanya.
Jokowi menyebutkan penyediaan transportasi massal yang nyaman, tepat waktu memang merupakan keharusan untuk wilayah Jabodetabek karena kemacetan setiap tahun mengakibaykan kerugian hingga Rp67 triliun.