INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan koreksi menguji level Moving Averaging (MA)5 pada perdagangan selanjutnya dengan range 6300-6366.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BKSL, APLN, LPKR, WIKA, PTRO, SMSM, ACES.
"Secara teknikal IHSG membentuk pola long leg candle dengan dark cloud cover setelah sempat menyentuh target 6400. Indikator stochastic dead-cross pada area overbought dengan indikasi bearish reversal momentum indikator RSI yang cukup kuat," kata dia di Jakarta, Rabu (3/1/2018).
IHSG (-0.26%) kemarin, ditutup pada zona negatif turun 16.42 poin dilevel 6339.24 setelah sempat menguat diawal sesi perdagangan hingga naik lebih dari 1%. Data Inflasi bulan Desember 2017 rilis 0.71% diatas ekspektasi.
Sehingga data inflasi tahunan sebesar 3.61% naik dari 3.3% diperiode sebelumnya. Aksi jual investor asing pasca penguatan signifikan sejak akhir tahun lalu menjadi trigger pelemahan. Aksi beli investor asing pun mulai kembali terlihat dengan tercatat net buy 519.83 Miliar rupiah
Bursa saham di Eropa dibuka mayoritas melemah. Indeks Eurostoxx (-0.73%), FTSE (-0.38%), DAX (-0.91%) dan CAC (-0.83%) dibuka turun. Data indeks kinerja manufaktur di zona Eropa yang mayoritas tertekan diakhir tahun menjadi faktor utama. Dimana produsen mobil memimpin penurunan sedangkan Bank dan perusahaan energy menguat.
Mengawali tahun 2018, Indeks Hangseng (+1.99%) dan Shanghai (+1.40%) ditutup menguat disaat indeks saham di Jepang ditutup karena libur setelah tahun baru. Indeks Data Manufakturing PMI di Tiongkok rilis naik diatas ekspektasi 51.7 dari 50.8 menjadi faktor utama pengerak positif Indeks saham di ekonomi terbesar kedua dunia.