INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak mulai terbatas di sisa 2 hari perdagangan selanjutnya menjelang tutup tahun 2018, dengan diwarnai kekhawatiran aksi profit taking dengan range pergerakan 6220-6285.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menyodorkan saham-saham yang masih perlu diperhatikan diantaranya AKRA, BWPT, EXCL, ITMG, LSIP, BRPT, PTRO.
"Pergerakan IHSG secara teknikal menguat sangat signifikan memperbesar probabilitas koreksi disaat momentum IHSG terlihat pada level yang sangat jenuh beli atau overbought. Indikator Stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi melihat tingginya momentum pergerakan," kata dia di Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Rabu (27/12/2017), IHSG (+0.90%) ditutup menguat 56.15 poin kelevel tertinggi selanjutnya 6277.16 dengan optimisme window dressing diakhir tahun. Sektor Industri dasar (+1.81%), Keuangan (+1.77%) dan Pertanian (+1.37%) memimpin penguatan.
Produsen semen menguat setelah mencatatkan pelemahan sepanjang tahun ini akibat sentimen sektor konstruksi sedangkan Sektor keuangan optimis dipimpin saham BDMN seiring rencana pembelian MUFG kembali memanas.
Sedangkan Sektor pertanian disebabkan reboundnya permintaan dan harga CPO diakhir tahun ini. Investor asing pun tak ketinggalan mendorong aksi beli sebesar 386.04 Miliar rupiah.
Bursa saham di Eropa dibuka terkonsolidasi mengikuti mayoritas indeks saham di asia. Indeks Eurostox (+0.01%), FTSE (+0.14%) dan DAX (+0.00%) dimana hanya perusahaan tambang yang terlihat menghijau seiring harga tembaga yang naik signifikan kelevel tertinggi tiga tahun setelah Tiongkok memerintahkan produsen utamanya menghentikan produksi untuk memerangi polusi musim dingin.
Indeks Nikkei (+0.08%), Topix (+0.15%) dan Hangseng (+0.07%) ditutup menguat terbatas sedangkan Indeks Shanghai (-1.54%) ditutup melemah cukup signifikan. Harga minyak terbang kelevek tertinggi setelah ledakan pipa di Libya memicu penguatan harga akan berkurangnnya suplay minyak.