INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perlakuan tidak menyenangkan kembali dialami oleh Ustadz Abdul Somad dan Kali ini peristiwanya terjadi di Hongkong.

Advertisement

Ustadz Somad pada minggu (24/12) ditolak masuk oleh petugas imigrasi, dan di interograsi selama kurang lebih 30 menit. Ustadz Somad kemudian di deportasi dengan pesawat yang sama kembali ke Jakarta.

"Betul dan saya tidak tahu kenapa saya ditolak. Ada berita disalah satu media online di tanah air yang dikatakan diberita tersebut karena isu teroris," kata Ustadz Somad dalam klarifikasinya dicukil dari laman Panjimas, Selasa (26/12).

Advertisement

Dalam keterangan klarifikasinya, Ustadz Somad mengemukakan bahwa saat hendak keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang dan menarik dirinya.

"Mereka meminta saya membuka dompet dan semua kartu kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanyakan adalah kartu Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib) saya jelaskan. Disana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo Bintang dan tulisan arab," ujar Ustadz Somad.

Advertisement

Dikatakan Ustadz Somad, pihak imigrasi mengajukan banyak pertanyaan terkait identitas, pekerjaan, pendidikan dan keterkaitan dengan ormas dan politik.

Meski telah menjawab bahwa dirinya murni seorang pendidik dan seorang intelektual muslim yang memiliki latar belakang pendidikan yang jelas, namun pihak imigrasi Hongkong tetap menolak kehadirannya.

Advertisement

"Kita hanya bisa berusaha dan berdoa, Qoddarallah ada hikmah dibalik itu semua. Kepada sahabat sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan dawah. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat sahabat "pahlawan devisa negara" (TKI-red) di Hongkong," ujar ustad Somad dalam keterangan klarifikasinya.