INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menyalurkan Rp 4,5 triliun kredit pemilikan rumah pada tahun 2018 mendatang.
Dana tersebut akan disalurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan mencakup 42 ribu unit rumah.
Tahun 2018 bank penyalur FLPP bertambah menjadi 40 bank pelaksana. Delapan di antaranya bank umum dan 32 bank pembangunan daerah. Di dalamnya juga termasuk 12 bank syariah," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lana Winayanti di Jakarta.
Dana tersebut terbagi menjadi Rp 2,2 triliun berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Rp 2,3 triliun dari optimalisasi pengembalian pokok.
"Kami berharap lebih banyak bank penyalur akan meningkatkan akses bagi masyarakat. Dananya sudah bisa cair Januari 2018," ucap Lana.
Sementara Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan jika KPR FLPP merupakan program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi seluruh rakyat. "FLPP ini bunga lima persen, uang muka satu persen dan bantuan tunai Rp4 juta," paparnya