INDUSTRY.co.id - Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tahun depan pertumbuhan kredit perbankan akan lebih rendah dari rencana bisnis bank yang telah diajukan ke pihaknya.

Advertisement

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, bisnis plan perbankan direncanakan pertumbuhannya sekitar 10-12%. Namun tidak akan sampai di level tersebut. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga akan tumbuh 10-12% tahun depan.

"Namun perbankan berusaha keras ,kredit yang direncakan tetap dijalankan secara total, meski  kredit tumbuh lebih rendah dari 11%," kata dia di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Advertisement

Ia katakan data penyaluran kredit perbankan hingga November 2017, mencapai Rp228 triliun atau tumbuh 7,47%. Diyakininya hingga akhir tahun ini pertumbuhan kredit bisa di level 8-9%.

Sementara itu kualitas kredit, Non Performing Loan (NPL) 2,89%. NPL diangka ini ternyata menurutnya, banyak bank menghapus buku karena mulai ada restrukturisasi.

Advertisement

"Ternyata debitur banyak dihapus buku 2017, karena NPL yang naik itu mulai distruktur, jika sulit dihapus, cukup besar segmen komersial pencapaian rendahdah," katanya.

 

Advertisement