INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2017 ini, Selasa, ditutup turun sebesar 20,74 poin atau 0,39 persen menjadi 5.275,97 poin.
Sementara itu tercatat kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,37 poin (1,37 persen) menjadi 883,24 poin.
"Terapresiasinya rupiah terhadap dolar AS di awal tahun 2017 ini belum mampu memberikan dorongan positif pada pergerakan IHSG," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (3/1/2017).
Investor, lanjut Lanjar Nafi, terlihat mengevaluasi penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya yang telah mengalami kenaikan signifikan pada tahun lalu menyusul adanya ancaman inflasi akibat kenaikan harga listri dan gas elpiji pada 2017 ini.
Di sisi lain, lanjut dia, investor asing di pasar saham yang cenderung melakukan aksi lepas saham sebesar Rp77,43 miliar turut menahan laju IHSG untk bergerak di area positif.
Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa di tengah penurunan saham di dalam negeri ini, investor dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan risiko terbatas.
"Hal itu dikarenakan data perekonomian domestik yang akan dirilis menunjukkan kondisi terkendali, itu dapat menjadi faktor penunjang kuat untuk pertumbuhan perekonomian yang bagus di 2017 ini yang akhirnya berimbas positif ke IHSG," kata William Surya Wijaya.
Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 174.696 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,905 miliar lembar saham senilai Rp4,608 triliun.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 149,84 poin (0,68 persen) ke level 22.150,40, indeks KOSPI naik 17,81 poin (0,88 persen) ke level 2.043,97, dan Straits Times menguat 18,02 poin (0,63 persen) posisi 2.898,78.(iaf)