INDUSTRY.co.id, Sabang - Acara puncak Sail Sabang 2017 yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman,  Luhut B. Pandjaitan yang diselenggarakan di BKPS Sabang, Sabtu (2/12/2017), Ia mengungkapkan bahwa Sail Sabang yang telah berlangsung untuk yang ke-9 kalinya ini mempunyai fokus yang berbeda dari Sail Sabang di tahun sebelumnya.

Advertisement

Ia menginginkan, Sail Sabang 2017 ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata sehingga menjadi penghasil devisa nomor satu di Indonesia.

"Sail Sabang ke-9 ini memiliki tujuan utama yang berbeda dari sail sebelumnya, yakni lebih fokus pada pengembangan destinasi wisata,” kata Menko Luhut, melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Sabtu (2/12/2017).

Advertisement

Menurutnya, data BPS 2017 menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi penghasil devisa negara nomor empat pada tahun 2015. Namun tahun 2017 ini, sektor pariwisata telah meloncat sebagai penghasil devisa nomor dua di Indonesia.

"Setelah minyak sawit dan diprediksi sektor ini akan menjadi penghasil devisa nomor satu di Indonesia pada tahun 2019, dengan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta orang," sambungnya.

Advertisement

Ia memaparkan, sebelum Sail Sabang, adapun Sail pertama yang pernah diselenggarakan di Indonesia yakni, Sail pertama Sail Bunaken di Manado tahun 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi Belitong 2011, Sail Morotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Teluk Tomini 2015, Sail Selat Karimata 2016, itu berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur daerah, sehingga pemilihan lokasi acara puncak sail, difokuskan ke daerah wisata yang sudah memiliki relatif infrastruktur cukup, dengan dukungan kegiatan atraksi dan promosi, kawasan ini diharapkan akan berkembang lebih cepat.

Oleh karenanya, lanjut Menko Luhut, pemerintah terus bergerak aktif mengembangkan dan memperkenalkan pariwisata Indonesia melalui program Wonderful Indonesia, dengan memperkuat event nasional yang ada, seperti Sail Sabang 2017.

Advertisement