INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Jumat (24/11/2017) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) punya potensi tertekan diakhir pekan cukup tinggi dengan range pergerakan 6028-6070.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diakhir pekan diantaranya AKRA, BSDE, EXCL, INDF, ITMG, JPFA, MAPI, ADHI.
"Pergerakan IHSG kembali menguji upper bollinger bands sebagai resistance namun ditutup melemah hingga membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi koreksi jangka pendek menguji level MA20 (6028)," kata dia di Jakarta, Jumat (24/11/2017).
Ia katakan, indikator stochastic melanjutkan pergerakan jenuh dengan momentum yang sudah cukup tinggi pada indikator RSI.
Kemarin, IHSG (-0.11%) ditutup turun 6.54 poin dilevel 6063.24 dengan indeks sektor tambang (-1.03%) berbalik melemah seiring pelemahan mayoritas harga komoditas tambang menjadi penekan pergerakan IHSG setelah sempat menguat awal sesi perdagangan. Meskipun demikian investor asing cenderung tercatat net buy 775.30 miliar dengan komposisi net sell dipasar reguler sebesar 109.85 Miliar dan net buy dipasar negosiasi sebesar 885.15 Miliar. Saham BBCA dan ADHI menjadi yang teramai terjadinya penjualan investor asing.
Indeks saham Eurostoxx (+0.10%), FTSE (-0.29%), DAX (-0.17%) dan CAC (+0.20%) dibuka mayoirtas terkonsolidasi melihat pelemahan yang cukup signifikan pada bursa saham di Asia. Politik Jerman tetap menjadi sorotan dengan pemimpin Demokrat Sosial Martin Schulz siap untuk memulai pembicaraan dengan Kanselir Angela Merkel. PMI Manufaktur dan Jasa di zona Eropa rilis positif diharapkan mampu menahan tekanan aksi jual dari sentimen Asia.