PT Pegadaian Bidik Pendapatan Rp12,5 Triliun Tahun2018

Oleh : Herry Barus | Selasa, 21 November 2017 - 16:30 WIB

 PT Pegadaian (Persero)
PT Pegadaian (Persero)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan usaha pada tahun 2018 sebesar Rp12,5 triliun, melonjak sekitar 16,82 persen dibanding prognosa pendapatan tahun 2017 yang diproyeksikan mencapai Rp10,7 triliun.

"Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya prospek ekonomi nasional yang diperkirakan tumbuh 5,4 persen," kata Direktur Utama Pegadian Sunarso, pada paparan kinerja Pegadaian 2017-2018, di Jakarta, Selasa (21/11/2017)

Menurut Sunarso, pada saat yang bersamaan Pegadaian menargetkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 7,14 persen dari tahun 2017 yang diperkirakan mencapai Rp2,52 triliun.

Ia menjelaskan, strategi utama dalam menghadapi tahun 2018 meliputi pelaksanaan pengembangan kanal distribusi melalui agen Pegadaian, melaksanakan transformasi produk dan layanan berbasis digital.

Selanjutnya mengoptimalkan tenaga bisnis proses outsourcing untuk meningkatkan penjualan, penataan outlet, optimalisasi penyediaan gudang barang jaminan, serta membangun infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung kanal distribusi dan jasa digital.

Sunarso yang sebelumnya adalah Wadirut BRI ini mengatakan, dalam tiga tahun terkahir jumlah nasabah Pegadaian juga terus meningkat dari 7,6 juta di 2015, melonjak 24,5 persen menjadi 9,5 juta di tahun 2017. Diproyeksikan akan menjadi 11,5 juta pada tahun 2018.

Pertumbuhan nasabah didukung oleh berbagai kelebihan serta layanan maksimal melalui jaringan yang sudah menjangkau hingga ke pelosok daerah yang menyabkan Pegadaian semakin dikenal dan diminati masyarakat kalangan menengah bawah.

Pada kurun waktu yang sama, perseroan juga berhasil menyalurkan kredit kepada masyarakat sampai dengan bulan Oktober 2017 mencapai Rp105 triliun, ditargetkan mencapai Rp142 triliun pada 2018.

Ia mengakui, bahwa kondisi persaingan di bisnis Pegadaian semakin ketat antara lain disebabkan terbitnya Peraturan OJK 31/2016 yang memungkinkan masuknya pemain-pemain baru di industri pegadian, serta disruption dari financial technology (fintech).

Di sisi lain pegadian harus memenuhi aspirasi pemegang saham untuk selalu meningkatkan perannya dalam inklusi keuangan yang diukur dengan banyaknya jumlah nasabah yang dapat dilayani Pegadaian.

"Strategi Pegadaian menghadapi tantangan meliputi transformasi pengembangan kanal distribusi maupun produk berbasis digital, digitalisasi proses bisnis dan transformasi di area human capital termasuk corporate culture," ujarnya kepada awak media.

Sunarso menambahkan, strategi yang dijalankan agar Pegadaian tetap dapat mempertahankan pangsa pasar atau market share di industri gadai dan mampu mendiversifikasi mesin pertumbuhan pada produk-produk nongadai, serta meningkatkan layanan sehingga mampu menambah jumlah nasabah secara signifikan.

Pada tahun 2018, Pegadaian menargetkan total aset mencapai Rp57,4 triliun, naik Rp7,1 triliun dibanding perkiraan tahun 2017. Sementara itu total ekuitas ditargetkan mencapai Rp19,9 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,7 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bertemu KSAD, Ketua MPR RI Dorong Peningkatan Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit

Kamis, 02 Mei 2024 - 09:43 WIB

Bertemu KSAD, Ketua MPR RI Dorong Peningkatan Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk senantiasa meremajakan dan memodernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista)…

Pakar komunikasi digital dan pengamat media sosial, Anthony Leong

Kamis, 02 Mei 2024 - 09:14 WIB

PEDAS: Tidak Ada Parpol Pengusung Tunggal Cagub Jakarta

Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS), Anthony Leong mengatakan bahwa tidak ada partai politik yang mengusung sendiri Calon Gubernur (Cagub) Jakarta 2024. Anthony yang juga Wakil…

Richelle Skornicki

Kamis, 02 Mei 2024 - 07:20 WIB

Film Syirik NPLS Goes To School Sukses di SMKN dan Radio di Surakarta.

Selama kegiatan Film Syirik NPLS Goes To School di Surakarta Paling Heboh. Ganesa Film yang tengah menggelar promosi dengan cara yang berbeda, dengan menyambangi sekolah-sekolah menengah atas…

Holding Ultra Mikro Terus Berkembang, Ini Perannya Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 02 Mei 2024 - 06:41 WIB

Holding Ultra Mikro Terus Berkembang, Ini Perannya Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Perempuan

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank yang memiliki fokus bisnis pada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki target pencapaian 90% dari inklusi keuangan di tahun…

Luncurkan Program Magister Desain, BINUS Graduate Program Terapkan Kurikulum Advanced Designpreneur

Kamis, 02 Mei 2024 - 06:13 WIB

Luncurkan Program Magister Desain, BINUS Graduate Program Terapkan Kurikulum Advanced Designpreneur Padukan Kreativitas dan Bisnis

Di tengah perkembangan pesat industri kreatif di Indonesia, pasar kini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks. Berbagai sektor industri membutuhkan inovasi dan integrasi yang lebih dalam…