INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia dan Jepang sepakat untuk lanjutkan kerjasama bidang pengembangan infrastruktur. Kerjasama tersebut merupakan kerjasama lanjutan dari periode 2013-2016 yang diperbaruidengan periode 2016-2019.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Keiichi Ishii.
"Ini bukan kerjasama proyek, tetapi lebih kepada pertukaran pengalaman dan informasi," ujar Basuki di Kantor Kementerian PUPR, Kamis sore (29/12).
Basuki menuturkan, dalam pertemuan tersebut salah satu isu yang disorot adalah proyek pengelolaan sistem air limbah DKI Jakarta.
Ia mengatakan, pada tahun 2011, Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah melakukan studi yang merekomendasikan pengembangan sistem air limbah agar terbagi ke dalam 14 zona, dua di antaranya akan didanai oleh Jepang.
Selain itu, kerjasama lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut terkait penanganan pantai di Bali, yang kualitasnya menurun dalam beberapa dekade terakhir akibat erosi.
Menurutnya, ada kesamaan kondisi geografis antara kedua negara yang menjadi alasan di balik kerjasama di sektor konservasi pantai. Proyek Konservasi Pantai Bali Fase I yang didukung Jepang dan telah selesai pada tahun 2008.
"Untuk Bali Beach Conservation Fase 1 sudah sangat berhasil baik dari segi teknologi dan lingkungan," ungkap Basuki.
Ia berharap untuk fase ke 2 nanti dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama sehingga daya tarik pantai di Bali yang terkenal keindahannya sebagai tujuan wisata tidak hilang. (Hry/pu)