INDUSTRY.co.id - Depok, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai di Pekarangan yang dipusatkan di Lapangan Tembak Divisi Infantri I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat.
"Harga cabai dalam beberapa bulan ini terus melonjak sehingga cukup mengganggu karena harga mahal sehingga ikut mendorong inflasi," kata Mentan Amran Sulaiman kepada pers usai mencanangkan gerakan itu di Depok, Jawa Barat, Selasa (22/11)
Mentan mengatakan, produksi cabai saat ini sebenarnya cukup sehingga pemerintah memutuskan tidak perlu impor.
Gerakan tersebut, katanya, sebagai upaya pemerintah untuk menggalakkan masyarakat menanam cabai sehingga saat harga cabai naik tidak perlu ada kekhawatiran.
Untuk menyukseskan Gerakan Penanaman 50 juta pohon cabai tersebut, Kementan melibatkan ibu penggerak PKK Pusat dan Daerah sehingga diharapkan bisa melakukan penanaman 20 batang di setiap rumah tangga.
"Ibu-ibu diharapkan bersedia menanam pohon cabai setidaknya 20 batang di rumahnya. Bibit dan polibag akan kami siapkan secara gratis," kata Amran.
Mentan mengatakan, upaya gerakan menanam cabai ini merupakan cara efektif untuk mengatasi melonjaknya harga yang selama ini terus terjadi.
"Dengan 20 batang cabai maka akan bisa menghasilkan 10 kilogram yang cukup untuk dikonsumsi di setiap rumah tangga," katanya.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Jawa Barat selama ini menjadi salah satu sentra produksi cabai dengan kontribusi sebesar 22,54 persen secara nasional.
Menurut wagub, Garut merupakan sentra produksi terbesar sebesar 88 ribu ton, disusul, Cianjur, Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung.
Cabai asal Jawa Barat selama ini juga sudah diekspor ke Singapura, Jepang, dan Timur Tengah.
Bagi Jawa Barat adanya gerakan ini akan meningkatkan optimisme masyarakat setempat untuk meningkatkan produksi cabai mengingat masih tersedia lahan luas seluas 10,32 juta hektare.
Gerakan, kata wagub, juga dapat meninspirasi seluruh komponen optimalkan lahan pekarangan rumah, sekolah, kantor dan gedung sehingga bisa jaga ketahanan dan kemandirian pangan khususnya cabai.
Sementara itu sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Bekasi, Jawa Barat, beranggapan kenaikan harga cabai sejak sepekan terakhir dikarenakan kelangkaan pasokan barang.
"Yang paling naik harganya adalah cabai merah keriting, dari Rp 44.000, sekarang jadi Rp 60.000 per kilogram (kg)," kata Musa (44), pedagang cabai di Pasar Jatiasih, akhir pekan lalu.
Menurut dia, kenaikan cabai juga berlaku pada cabai rawit merah dari Rp 40.000 sekarang Rp 50.000 per kilogram.
Sedangkan cabai merah mengalami kenaikan harga dari Rp 20.000 sekarang Rp 30.000 per kilogram.
"Cabai hijau dulu Rp 12.000 sekarang Rp 20.000. Meski naik, pembelinya ada saja," katanya.
Menurut dia, kenaikan itu turut dipicu sejumlah hal, mulai dari rencana pemerintah menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga sejumlah daerah penghasil yang mengalami gagal panen.
"Biasanya memang begini kalau BBM mau dinaikan. Atau bisa juga terjadi gagal panen di daerah penghasilnya," katanya.
Menurutnya, rencana pemerintah mencabut subsidi BBM akan meningkatkan biaya distribusi dari produsen ke konsumen.(Ant/HRB)