INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pengamat Perencanaan Pembangunan Nasional dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Syahrial Loetan menilai, bahwa evaluasi pembangunan nasional tahun 2016 masih perlu untuk terus ditingkatkan.

"Secara umum, terlihat banyak kemajuan yang telah dicapai pemerintah. Namun masih tetap perlu untuk ditingkatkan di tahun 2017 mendatang," ujarnya dalam diskusi publik Evaluasi Pembangunan Tahun 2016, di Kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Ia mengatakan, beberapa evaluasi penilaian tersebut diantaranya, pertama sektor infrastruktur yang terlihat kecepatan laju pembangunan fisiknya. Contohnya, pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT), pelabuhan, dan yang lainnya.

"Jadi pemerintah sekarang terlihat membuktikan keseriusannya membangun infrastruktur dengan mengandalkan BUMN. Tapi BUMN juga punya keterbatasan dana, jadi jangan dieksploitir dengan menggenjot dananya untuk seluruhnya membangun infrastruktur. Karena BUMN pun perlu punya anggaran yang likuid," ungkap dia.

Kedua, menurut mantan Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Bappenas itu, adalah soal pengendalian inflasi yang relatif rendah. Hal itu, menunjukkan upaya pemerintah untuk menerobos perbaikan-perbaikan jalur distribusi dalam memangkas biaya.

Ketiga, dari sisi pelayanan kesehatan melalui BPJS, terlihat semakin baik meski masih ada masyarakat yang belum sadar akan kecepatan pelayanan BPJS. Intinya, masyarakat perlu terus diedukasi untuk memahami hal-hal yang terkait pelayanan kesehatan di Indonesia.

Keempat, sektor pendidikan masih perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Pasalnya, banyak tercipta peraturan yang membingungkan karena setiap kali pergantian menteri, maka cukup banyak terjadi perubahan kebijakan dan peraturan.

Misalnya Ujian Nasional yang sebelumnya dihilangkan, kini diadakan lagi. Jadi sektor pendidikan belum bisa menjaga konsisten kebijakan yang menyangkut sistem pendidikan untuk diadopsi oleh anak didik. Jadi pendidikan perlu ditata ulang road map pendidikan dasar dan menengah kita, minimal untuk 10 tahun kedepan, papar Syahrial.

Kelima, sektor pariwisata yang menunjukkan banyak kemajuan, sehingga kreativitas pariwisata banyak dipoles secara optimal saat ini, untuk semakin maju.

Meski demikian, pemerintah harus memerhatikan kebijakan pembebasan visa bagi para wisatawan asing, sebab banyak wisatawan asing yang akhirnya mencari pekerjaan ilegal di Indonesia.

"Tentu saja, dengan masuknya tenaga kerja asing ilegal ke Indonesia berarti mengurangi lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia," ungkap dia.

Keenam, sektor pertahanan dan keamanan (hankam) sudah menunjukkan nilai yang semakin baik karena tingkat keseganan negara lain terhadap Indonesia semakin meningkat.

"Negara lain semakin segan untuk 'mengganggu' NKRI. Meski demikian, masih banyak upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan di tahun-tahun mendatang," papar Syahrial. (iaf/ant)