INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Jumat (3/11/2017) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada rentan 6000-6050. Perhatikan lima saham yang dapat diakumulasi investor.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, ASII, BBTN, BSDE, TLKM.

“Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish counter attack dengan shadow high cukup tinggi. Indikasi aksi profit taking cukup terkonfirmasi melihat tingginya momentum IHSG saat ini. Terpantul pada upper bollinger bands mengindikasikan pergerakan bearish pada perdagangan diakhir pekan hingga melakukan pengujian MA5,” kata dia di Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Kemarin, IHSG (-0.12%) ditutup pada zona merah -7.04 poin dilevel 6031.12 diwarnai aksi profit taking setelah sempat menguat di sesi pertama hingga 0.5%. Sektor konsumer (-1.46%) menjadi penekan hingga akhir sesi dengan saham ULTJ (-6.02%), RMBA (-5.26%) dan ICBP (-2.54%) memimpin pelemahan. Sedangkan sektor infrastruktur (+1.06%) berbalik menguat dengan saham WINS (+13.99%) menguat signfikan. Investor asing tercatat net buy pada pasar reguler sebesar 391.01 Miliar rupiah sedangkan pada pasar Negosiasi Net sell -4.88 Triliun rupiah.

Bursa saham di Eropa dibuka tertekan, Indeks Eurostoxx (-0.10%), FTSE (+0.08%), DAX (0.15%) dan CAC (-0.04%) mayoritas melemah. Euro naik seiring kenaikan obligasi di kawasan Eropa. Poundsterling mengimbangi kenaikan menjelang pertemuan bank of england pada hari ini.

Indeks Nikkei (+0.53%) dan TOPIX (+0.41%) ditutup menguat berbanding terbali dengan Indeks HangSeng (-0.26%), Shanghai (+0.01%) dan KOSPI (-0.40%) cenderung tertekan. Penguatan Yen menjadi pemicu penguatan Indeks saham di Jepang seiring penurunan Greenback dan yield treasury atas calon pemimpin baru the Fed.