INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pengusaha Indonesia yang juga philanthropist, Dato Sri Tahir, didampingi Dubes RI Husin Bagis dan staf KBRI Abu Dhabi ditunjuk sebagai UNHCR Eminent Advocate atas usahanya dalam membantu jutaan pengungsi di seluruh dunia di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab.
UNHCR Eminent Advocate merupakan penghargaan bergengsi yang hanya diberikan oleh UN High Commissioner for Refugees kepada partner utama UNHCR, demikian Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi, Derry Putera Iskandar.
Dato Sri Tahir pada saat penunjukan sebagai UNHCR Eminent Advocate oleh UNHCR High Commisioner for Refugees, Filippo Grandi mengatakan bahwa ia sangat beruntung dapat hidup rukun tanpa permasalahan pengungsi di Indonesia. Namun ketika ia berkunjung ke Yordania dan melihat kamp pengungsi disana, ia melihat harapan para pengungsi disana telah hilang. "Untuk itu saya ingin mengembalikan kembali martabat dari para pengungsi yang telah hilang," ujarnya.
Dubes Husin Bagis mengatakan Dato Sri Tahir dikenal sebagai insan yang sering membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan.Selain itu, ia juga sering membantu para pengungsi di Timur Tengah.
"Kegiatan - kegiatan di bidang kemanusiaan turut mengharumkan Indonesia di dunia," ujar Husin Bagis.
Dato Sri Tahir merupakan orang ketiga yang menerima gelar ini setelah Sheikha Jawaher Al Qassimi, First Lady of Sharjah (Persatuan Emirat Arab) dan Hamdi Ulukaya (Amerika Serikat).
Sebelumnya Dato Sri Tahir telah memperoleh penghargaan Champion of the campaigns Global Shelter Coalition atas jasanya menyediakan dan memperbaiki kualitas penampungan bagi para pengungsi di seluruh dunia.
Dato Sri Tahir mengumumkan untuk menyumbangkan sejumlah U$10 juta bagi upaya membantu para pengungsi pada saat kunjungannya ke Yordania belum lama ini, demikian Derry Putera Iskandar.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (22/11), disebutkan dalam upacara khusus di Abu Dhabi, Tahir mengatakan dirinya senang dan merasa terhormat dinobatkan sebagai Eminent Advocate UNHCR yang pertama dari Asia, sebelum mengumumkan sumbangan US$ 10 juta untuk mendukung pendidikan anak-anak pengungsi di seluruh dunia.
Jumlah tersebut merupakan tambahan dari donasi US$ 2 juta yang telah disumbangkan untuk kampanye "Nobody Left Outside" yang bertujuan untuk membuat tempat penampungan bagi 2 juta pengungsi pada 2018.
Setelah mengunjungi pengungsi Suriah baru-baru ini, Tahir menyumbangkan tambahan US$ 1 juta untuk program bantuan tunai UNHCR bagi pengungsi Suriah di Yordania dan memberikan 10.000 jaket untuk melindungi mereka saat musim dingin. Saat ini Yordania menampung sekitar 650.000 pengungsi.
"Dengan memberi maka kamu akan mendapatkan. Ini adalah keyakinan saya, seperti halnya diajarkan di semua agama, bahwa kekayaan yang kita miliki bukanlah milik kita. Kita hanya mengelolanya dan hal ini menjadi terserah kepada kita untuk menjadi manajer yang baik," ucap Tahir. (hrb)