INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Kamis (26/10/2017) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak cenderung terkoreksi dengan range pergerakan 5990-6030. Enam saham disuguhkan ke investor.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas meyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya EXCL, MAPI, ELSA, ERAA, TINS, UNVR.

“IHSG berhasil break out resistance dan mencapai channeling regresion pada level 6010. Pergerakan yang jenuh beli terlihat dari Indikator Stochastic dan RSI sehingga probabilitas terkoreksi cukup tinggi. Beberapa pola pergerakan sebelumnya ditahun ini setelah mengalami penguatan signifikan cenderung mengalami koreksi seperti pada bulan April, Juni dan Juli,” ujar dia di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Kemarin, IHSG (+1.23%) ditutup mencetak rekor tertinggi menguat 73.36 poin sebesar 6025.43 setelah optimisme saham-saham konstruksi dan produsen semen pada rekor goverment spending tahun 2018 yang telah disetujui sebesar 2221 T rupiah dengan perkiraan PDB tumbuh 5.4%. Indeks Industri dasar (+3.14%) dan Property Konstruksi (+2.11%) memimpin penguatan. Aksi beli investor asing pun terlihat dengan net buy 130.39 Miliar rupiah dengan saham BMRI dan UNTR menjadi yang terlaris.

Indeks saham di Eropa terkonsolidasi cenderung tertekan diawal sesi perdagangan. Indeks Eurostoxx (+0.06%), FTSE (-0.40%) dan DAX (-0.08%) dibuka terkonsolidasi. Greenback menahan nilai mata uang Utama di Eropa sebelum pertemuan ECB besok. Sedangkan Poundsterling justu menguat terimbas pertumbuhan ekonomi Inggris yang rilis cukup baik.

Mayoritas indek saham di Asia mixed setelah indeks Jepang Nikkei (-0.45%) dan TOPIX (-0.31%) ditutup turun terkoreksi pasca mencetak rekor penguatan 2 hari berturut-turut. Sedangkan Indeks Hangseng (+0.53%), Shanghai (+0.44%) hingga IHSG (+1.23%) optimis menguat. Investor terlihat optimis pada data Import Eksport di Hongkong.