INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua KPK Agus Rahardjo menyoroti soal sulitnya koordinasi antar-lembaga pemberantasan korupsi bila Detasemen Khusus (Densus) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Polri benar-benar terbentuk.

Advertisement

"Masukannya (KPK) pasti terkait dengan koordinasi. Koordinasi itu sesuatu yang mudah diucapkan tapi susah untuk dijalankan. Kami memberi contoh, banyak lembaga yang kalau begitu banyak (jumlah) lembaga maka koordinasinya masih sulit, jadi itu kami sampaikan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/10/2017)

Agus menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat internal bersama dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkopolhukam Agus Rahardjo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Menpan RB Asman Abnur dan pejabat terkait lainnya.

Advertisement

Agus tidak menyampaikan secara gamblang hasil rapat tersebut, namun ia juga mengaku bahwa pembentukan Densus Tipikor masih dipelajari.

"Ya (pembentukan densus tipikor) masih akan dipelajari, tadi keputusannya begitu. Tapi yang lebih kompeten memberikan pernyataan Pak Kapolri," tambah Agus seperti dilansir Antara.

Advertisement

Ia pun menekankan bahwa Presiden Joko Widodo masih tetap mendukung KPK.

"Presiden berkali-kali menyampaikan peran KPK perlu diperkuat, beliau juga menyampaikan seperti itu, jadi perannya harus diperkuat," ungkap Agus.

Advertisement

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan bahwa pemerintah belum akan memasukkan anggaran densus tipikor pada RAPBN 2018.

"Diputuskan bahwa pembentukan densus Tipikor untuk sementara ditunda, untuk kemudian dilakukan pendalaman lebih jauh lagi," kata Wiranto.

Pembentukan Densus Tipikor itu awalnya disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam rapat kerja berjasa dengan Komisi III DPR pada 12 Oktober 2017 lalu.

Alasan penundaan terutama terkait dengan anggaran dan pengaturan struktur kelembagaan dan kepegawaian Densus Tipikor tersebut.