INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu hilirisasi industri berbasis agro guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Advertisement

"Kapasitas produksi khusus kelapa sawit dan turunannya pada tahun ini terus menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Kapasitas produksi kelapa sawit dan turunannya pada tahun ini meningkat menjadi 60,75 juta ton dibanding 2014 yang mencapai 49,7 juta ton," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada pers di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Airlangga menargetkan kapasitas produksi kelapa sawit dan turunannya akan terus mengalami peningkatan sebesar 62 juta ton dalam dua tahun mendatang. Untuk jumlah ragam produk hilir kelapa sawit, periode 2015 hingga 2017 meningkat menjadi 154 produk dan pada 2018 sampai dengan 2019 diprediksi akan melebihi 170 produk.

Advertisement

"Ragam produk hilir kelapa sawit pada 2014 sekitar 126 produk. Ada kenaikan pada 2015 sampai 2017 menjadi 154 produk, demikian juga rasio ekspor produk hulu-hilir kelapa sawit, meningkat dari 34% CPO dan 66% turunannya menjadi 22% CPO dan 78% produk turunan kelapa sawit," ungkapnya.

Sementara itu, pada sektor logam terjadi peningkatan hilirisasi yang signifikan, di mana pada periode 2015 sampai 2017 telah berproduksi industri smelter terintegrasi dengan produk turunannya berupa stainless steel dengan kapasitas 2 juta ton dan diprediksi akan terus meningkat hingga tiga juta ton pada akhir 2019.

Advertisement