INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Selasa (24/10/2017) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pola gerak IHSG masih terus mengarungi rentang konsolidasi wajar dengan potensi menguat dalam jangka menengah. Range IHSG dalam rentang 5868 – 5968.
Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembeilan dengan tujuan investasi jangka menengah-panjang, mengingat kondisi perekonomian yang masih cukup stabil serta rilis data kinerja emiten yang masih juga menunjukkan dalam keadaan yang cukup baik.
"Hal ini tentunya juga turut menopang kenaikan IHSG, selain daripada itu capital inflow yang mulai terjadi terlihat akan kembali mendorong peluang kenaikan daripada IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat," kata dia di Jakarta, Selasa (24/10/2017).
Kemarin, IHSG (+0.35%) ditutup menguat setelah bergerak cukup optimis sejak awal sesi perdagangan. Indeks pertambangan (1.64%) menguat diiringi sektor industri dasar (+0.81%). Saham ENRG (+34.21%), ZINC (+24.35%) dan BUMI (+11.32%) menjadi pemimpin penguatan sektor pertambangan.
Aksi beli investor asing mulai terlihat sejak akhir pekan lalu dan pada kali ini tercatat net buy 374.94 Miliar rupiah.
Atas hal itu, William menyuguhkan beberapa saham pilihan yaitu: JSMR, TLKM, PGAS, BBNI, HMSP, ADHI, WIKA, ICBP dan AKRA.