INDUSTRY.co.id, Jakarta - Realisasi pengadaan lahan bagi ruas Trans Jawa yang ditargetkan tuntas 100% hingga akhir tahun ini, baru mencapai 89,3%.Tuntasnya pembebasan lahan akan molor hingga tahun depan.
Pencapaian itu belum maksimal dikarenakan terkendala lamanya prosedur bagi penggantian tanah wakaf yang dilewati rute jalan tol Trans Jawa. Ada sekitar 150 titik di Trans Jawa yang melewati tanah wakaf.
Kepala Sub Dorektorat Pengadaan Tanah Kementerian PUPR, Sri Sadono mengatakan "Wakaf ini menurut kami tukar-menukarnya panjang karena harus mendapat izin menteri agama dan persetujuan Badan Wakaf Indonesia. Jadi berapapun nilai tanah wakaf harus sampai menteri banyak juga yang kecil-kecil nilai dan lokasinya harus menteri juga. Kami sedang usulkan ke setwapres beberapa hal," tuturnya.
Kementerian PUPR telah menggelar pertemuan dengan kementerian agama pekan lalu. Beberapa poin utama yang diusulkan, diantaranya terkait pendelegasian wewenang mengenai batasan wilayah dan nominal serta batasan waktu terkait prosedur penggantian wakaf.
Dalam jaringan trans Jawa , baru dua ruas yang telah rampung pembebasannya yakni Kertosono—Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya. Dia mengungkapkan sebagian besar pengadaan lahan di Trans Jawa telah berada di atas 90%,yakni Pejagan-Pemalang sebesar 95%, Pemalang-Batang sebesar 91%, Semarang-Solo 95,9%, Solo-Ngawi 99,6%, Ngawi-Kertosono 92,9%. Namun masih menyisakan satu ruas yakni Batang—Semarang yang progresnya baru mencapai 63,1%.(iaf)