INDUSTRY.co.id - Tokyo-Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan delegasi Japan International Cooperation Agency (JICA).

Menurut Airlangga, pertemuan dengan delegasi JICA merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan merancang rencana konseptual untuk pengembangan industri jangka menengah dan panjang.

"Dengan pertemuan ini, saya berharap program kerja sama di masa mendatang antara Kementerian Perindustrian dan JICA dapat disusun," ujar Airlangga seperti dikutip dari laman facebooknya @Airlangga Hartarto di Tokyo, Jepang (18/10/2017).

Selain itu, dalam pertemuan tersebut saya memaparkan untuk mengatasi kekurangan Infrastruktur di Jakarta.

"JICA bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia membuat “The Master Plan for Establishing Metropolitan Priority Area for Investment and Industry (MPA) in Jabodetabek area yang disetujui pada Oktober 2012," terang Airlangga.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan pihak Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) akan membantu peningkatan daya saing industri di Indonesia.

"Ada tiga sektor potensial yang akan dipacu agar semakin kompetitif di pasar global, yaitu industri otomotif, elektronika, dan pengolahan makanan," ucap Harjanto.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut dianggap bisa menjadi champion untuk menggerakkan sektor industri ke depan. Tentunya mereka juga melihat daya saing kita yang kuat terhadap beberapa negara di ASEAN.

Lebih lanjut, peluang yang harus dimanfaatkan oleh kedua belah pihak adalah era Industry.40. Apalagi, peringkat daya saing Indonesia di kancah global mengalami peningkatan dari posisi ke41 menjadi ke-36 di antara 137 negara. Namun, capaian ini dirasa belum cukup jika melihat potensi Indonesia yang masih cukup besar.

"Kita harus meningkatkan, me-review beberapa policy dari pada sektor industri ini karena memang untuk me-leverage. Artinya kesiapan kita menghadapi perkembangan dunia manufaktur yang ada sekarang, persaingan global yang sekarang. Sehingga dengan leverage  yang lebih baik, kita berharap nanti investasi akan datang," tambahnya.