September 2017, ANTAM Habiskan Rp1,32 Miliar Untuk Biaya Eksplorasi Preliminary

Oleh : Hariyanto | Rabu, 11 Oktober 2017 - 17:06 WIB

Ilustrasi Pertambangan (dok-Antam)
Ilustrasi Pertambangan (dok-Antam)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk telah menghabiskan biaya eksplorasi preliminary sebesar Rp1,32 miliar pada September 2017. Sekretaris Perusahaan Aprilandi Hidayat Setia menuturkan, biaya ini difokuskan untuk komoditas emas dan nikel.

Pada bulan September tahun ini, kegiatan eksplorasi emas Antam dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat, eksplorasi luar negeri, dan tinjauan ke beberapa daerah.

Di wilayah ini, kegiatan yang dilakukan yakni pemerian inti bor, percontoan inti bor, dan pemboran inti bantuan. Total biaya eksplorasi prelimirary emas Antam pada September mencapai Rp409,74 juta.

Sementara eksplorasi nikel dilakukan di daerah Pomalaan, Sulawesi Tenggara yang terdiri atas pemetaan geologi, percontoan core, loggibg core, pemboran single dan pengukuran grid. Total biaya eksplorasi preliminary nikel sekitar Rp910,73 miliar.

Pada paruh pertama tahun ini, penjualan emas Antam turun sekitar 38% atau menjadi 3.298 kg dari 5.392 kg periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini dipicu oleh adanya gangguan fasilitas pemurnian logam mulia yang terjadi di awal 2017.

Selain emas, volume penjualan feroniel Antam juga turun 4% atau menjadi 7.791 onnes of Nickel Contained in Ferronickel (TNi) dari periode serupa tahun lalu sebanyak 8.092 TNi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut BRI, Menkeu dan Komisaris BRI

Rabu, 29 Januari 2020 - 20:41 WIB

Menkeu Sri Mulyani Apresiasi BRI Fokus Kembangkan UMKM

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mendukung strategi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk untuk fokus memperkuat bisnis di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena memiliki…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mewakili Presiden Joko Widodo pada acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)

Rabu, 29 Januari 2020 - 17:06 WIB

Buka Rapim Gapensi, Menperin Sebut Industri Pendukung Jasa Konstruksi Masih Prospektif

Industri pendukung jasa konstruksi dinilai masih memiliki prospek bisnis yang cukup besar ke depannya, seiring gencarnya program pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Launching I Konser yang hadir di Indihome

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:23 WIB

Indihome Sediakan i Konser Gaet Penikmat Musik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui brand IndiHome terus berupaya menyediakan produk dan layanan yang berkualitas bagi seluruh segmen pelanggannya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Tengah)

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:00 WIB

Lampaui Target, Realisasi Investasi Tahun 2019 Tembus 800 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pencapaian realisasi investasi periode Triwulan IV (Oktober-Desember) 2019 sebesar Rp 208,3 triliun, meningkat 12…

Check Point Software Technologies Ltd

Rabu, 29 Januari 2020 - 15:25 WIB

Check Point Software Launches New Global Partner Program to Accelerate and Scale Channel Success

Check Point® Software Technologies Ltd, a leading provider of cyber security solutions, today announced the launch of its new global partner program. Developed in close consultation with hundreds…