INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk telah menghabiskan biaya eksplorasi preliminary sebesar Rp1,32 miliar pada September 2017. Sekretaris Perusahaan Aprilandi Hidayat Setia menuturkan, biaya ini difokuskan untuk komoditas emas dan nikel.

Advertisement

Pada bulan September tahun ini, kegiatan eksplorasi emas Antam dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat, eksplorasi luar negeri, dan tinjauan ke beberapa daerah.

Di wilayah ini, kegiatan yang dilakukan yakni pemerian inti bor, percontoan inti bor, dan pemboran inti bantuan. Total biaya eksplorasi prelimirary emas Antam pada September mencapai Rp409,74 juta.

Advertisement

Sementara eksplorasi nikel dilakukan di daerah Pomalaan, Sulawesi Tenggara yang terdiri atas pemetaan geologi, percontoan core, loggibg core, pemboran single dan pengukuran grid. Total biaya eksplorasi preliminary nikel sekitar Rp910,73 miliar.

Pada paruh pertama tahun ini, penjualan emas Antam turun sekitar 38% atau menjadi 3.298 kg dari 5.392 kg periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini dipicu oleh adanya gangguan fasilitas pemurnian logam mulia yang terjadi di awal 2017.

Advertisement

Selain emas, volume penjualan feroniel Antam juga turun 4% atau menjadi 7.791 onnes of Nickel Contained in Ferronickel (TNi) dari periode serupa tahun lalu sebanyak 8.092 TNi.

Advertisement