Bertolak ke Belgia, Kadin Serahkan Rekomendasi IEU-CEPA

Oleh : Ridwan | Selasa, 10 Oktober 2017 - 11:49 WIB

Kadin Serahkan Rekomendasi IEU-CEPA (Foto Ist)
Kadin Serahkan Rekomendasi IEU-CEPA (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Belgia- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani bersama sejumlah pengusaha mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan selama dua hari pada tanggal 9-10 Oktober 2017 ke Belgia.

Dalam kunjungan kali ini misi utamanya adalah untuk menyerahkan Rekomedasi Bersama KADIN-Indonesia-APINDO-Eurocham mengenai Indonesia-EU CEPA kepada perwakilan Komisioner Uni Eropa, yang baru saja dirampungkan pekan kemarin.

Rekomendasi tersebut diserahkan KADIN siang tadi waktu setempat kepada Vice President of the European Commission, Andrus Ansip.

"Penyerahan laporan rekomendasi bersama ini sangat penting untuk memastikan bahwa Pemerintah Belgia maupun Uni Eropa secara umum memahami kondisi riil pengusaha Indonesia sehingga para pejabat yang terlibat dalam negosiasi ini dapat merumuskan Perjanjian yang sesuai dengan harapan kedua belah pihak, sekaligus merupakan peran aktif KADIN dalam membantu pemerintah," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani melalui keterangan tertulisnya di Belgia (10/10/2017).

Selain penyerahan rekomendasi, dalam kunjungan dua hari tersebut KADIN juga meresmikan pembukaan kantor Perwakilan KADIN Indonesia Business Suport Desk (KADIN-BSD) Uni Eropa dan Business Forum dengan Deputy Prime Minister and Minister of Foreign Affairs and European Affairs Belgia Didiers Reynders.

Perwakilan KADIN-BSD Uni Eropa akan berperan sebagai one-stop information service tidak hanya bagi pengusaha Belgia tetapi juga pengusaha Uni Eropa yang yang ingin masuk ke Indonesia.

"Saya harap dengan pembentukan perwakilan ini, kerja sama perdagangandan investasi dari kedua kawasan dapat lebih ditingkatkan dan dapat mengambil peran lebih bagi hubungan ekonomi bilateral kedua kawasan disaat perjanjian IEU-CEPA nanti diresmikan," kata Rosan Roeslani disaat acara peresmian kantor tersebut.

KADIN Indonesia bekerja sama dengan FEB (Asosiasi Pengusaha Belgia) juga akan menyelenggarakan High Level Business Meeting yang dihadiri oleh Wakil PM Belgia Didier Reynders, Wapres RI Jusuf Kalla, dan sekitar 40 pengusaha dari kedua negara yang akan berlangsung pada Selasa, 10 Oktober 2017.

Secara bilateral Indonesia-Belgia, neraca perdagangan mengindikasikan surplus untuk Indonesia. Total nilai perdagangan bilateral di tahun 2016 tercatat USD 1,61 miliar dengan surplus sebesar USD 634 miliar bagi Indonesia.

Komoditas ekspor Indonesia ke Belgia, terdiri dari alas kaki (28,1 persen), pakaian (15,2 persen), furniture (4,5 persen), perekam suara (3,2 persen), benang sintesis (2,9 persen), ban (2,7 peesen), kopi (2,7 persen), kayu tripleks (2,2 persen), daun tembakau (1,7 persen), kertas (1,5 persen), lampu (1,3 persen), jeroan (1,1 persen), dan cat sintesis (1,0 persen).

Sebaliknya Indonesia mengimpor beberapa produk dari Belgia (2014), yang terdiri dari produk kimia (11,1 persen), susu terkonsentrasi (9,1 persen), kompresor angina (4,8 persen), kertas daur ulang (3,1 persen), darah/vaksin raw materials  (2,9 persen), produk kimia nitrogen heterosiklik (2,8 persen), pupuk kimia (2,8 persen), mentega (2,8 persen), truk (2,6 persen), obat-obatan (2,3 persen), coklat (2,3 persen), tepung gandum (1,4 persen).

Sementara dalam hal perdagangan dan investasi, Uni Eropa merupakan pasar ekspor terbesar keempat Indonesia dengan total perdagangan USD 26,17 juta di 2015 dan USD 25,21 juta di 2016 dimana Indonesia menikmati surplus USD 3,57 juta di 2015 dan USD 3,73 di 2016.

Dalam hal investasi, secara kelompok Uni Eropa merupakan investor asing terbesar pada 2016 dengan 1437 proyek senilai USD 2,25 millyar. Jumlah ini meningkat cukup drastis dibanding 2015 yang hanya menempati posisi ke-empat dengan 1437 proyek senilai USD 2,25 milyar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kelapa

Sabtu, 20 April 2019 - 11:05 WIB

Kemenperin Pastikan Bisnis Industri Olahan Kelapa di Indonesia Masih Sangat Prospektif

Bisnis industri pengolahan kelapa di Indonesia masih prospektif dan terus berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan…

Oppo F11 Pro (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 10:59 WIB

Masa Pre-order Selesai, Smartphone Oppo F11 Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Perangkat Oppo F11 menjadi favorit karena kemampuan kamera belakangnya untuk mengambil foto portrait memukau dalam gelap, memori besar, pengisian daya cepat, serta harganya yang cukup terjangkau,…

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI

Sabtu, 20 April 2019 - 10:32 WIB

Peringati Harkonas, YLKI Minta Pemerintah Serius Lindungi Konsumen

Setiap 20 April, diperingati sebagai Hari Konsumen Nasional, atau Harkonas yang tak bisa dilepaskan dari UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Pasalnya Harkonas mengacu pada…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Sabtu, 20 April 2019 - 10:05 WIB

Kemenperin Pacu Hilirisasi Komoditas Kelapa Terpadu dari Jambi Sampai Gorontalo

Kementerian Perindustrian semakian giat memacu hilirisasi komoditas kelapa agar menjadi produk industri dalam negeri yang bernilai tambah tinggi.

OVO menggelar program bertajuk COBLOS - Cashback OVO Buat Belanja Lancar Boss #lumayanbanget, dengan menawarkan cashback 60% yang dimulai 17 April hingga 30 April 2019.

Sabtu, 20 April 2019 - 09:17 WIB

Progam Diskon Pemilu 2019, Penjualan Ritel Naik 10 Kali Lipat

Program diskon khusus Pemilu 2019 bertajuk Kelingking Fun mencatatkan tren peningkatan penjualan dan lonjakan pengunjung pusat perbelanjaan. Diskon itu dihelat pada 17 April 2019 di sejumlah…