INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Jumat (6/10/2017), Indeks Harga Saham Gabungan masih terkoreksi, namun hal tersebut dalam koridor yang wajar. IHSG dalam rentang   5861 – 5988.

“Mengakhiri pekan pertama bulan kesepuluh 2017, IHSG diprediksi akan bergerak dalam zona hijau ditengah tekanan yang masih terlihat di dalamnya, peluang koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam rentang investasi jangka panajng IHSG masih terlihat berada dalam jalur uptrend, serta kondisi fundamental perekonomian yang terlihat dalam keadaan terkendali dan stabil, rilis data perekonomian CADEV pada hari ini akan turut memberikan warna terhadap pola gerak IHSG di hari ini,” ujar William Surya Wijaya analis

Indosurya Sekuritas di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Kemarin, IHSG (-0.83%) terkoreksi 49.56 poin cukup dalam dilevel 5901.91 setelah berhasil mematahkan harga tertinggi 2 hari berturut-turut. Semua indeks sektoral mengalami pelemahan dimana indeks sektor trade and service (-1.42%) memimpin pelemahan di susul sektor konsumsi (-1.16%) dan Industri dasar (-1.01%).

Investor terlihat melakukan aksi ambil untung disaat momentum penguatan mulai mereda karena minimnya sentimen pendorong. Investor asing pun terus tercatat net sell hingga 444.33 Miliar rupiah diperdagangan terakhir dengan saham BBCA dan TLKM menjadi sasaran jual investor asing.

Ia memberikan rekomondasi saham-saham pilihan yang dapat diakumulasi pemodal, yaitu WSBP, WTON, WIKA, ASII, JSMR, AALI, LSIP, BBNI dan  BBCA