INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Rabu (4/10/2017), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali mencoba break out resistance 5950 hingga mencoba level fibonacci 161.8% di level 5980 jika terus optimis. Rentan pergerakan berada di level 5890-5940.
Ia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati INCO, JSMR, WIKA, WSKT, TINS.
"Secara teknikal IHSG berhasil tutup mematahkan level tertinggi tahun ini. Indikator Stochastic bergerak melanjutkan penguatan menuju level jenuh beli dengan Momentum dari Indikator RSI yang menguat cukup optimis," ujar analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Kemarin, IHSG (+0.43%) ditutup menguat 25.42 poin dilevel 5939.45 kembali mencatatkan rekor baru. Indeks pertambangan (+1.50%) menguat signifikan setelah pemerintah menyerukan penyusunan peraturan IUPK dengan memotong tarif pajak penghasilan penambang batubara CCOW dari 45% menjadi 25%.
Saham INCO (+5.77%) dan PTBA (+5.47%) naik signfikan. Aksi jual investor asing masih terlihat dengan Net sell sebesar 238.45 Miliar rupiah. Pertumbuhan prospek ekonomi di AS menjadi faktor menerusnya capital ouflow yang kian melebar di Emergin market.
Mayoritas indeks saham di Asia ditutup optimis pada perdagangan hari ini. Indeks Nikkei (+1.05%) dan TOPIX (+0.65%) di Jepang menguat optimis ke posisi tertinggi dalam lebih 2 tahun terakhir diiringi Indeks Hang Seng (+2.25%) menguat signifikan disaat Indeks Shanghai libur nasional.
Bursa saham di Eropa menguat terkonsolidasi dimana Eurostoxx (-0.01%), FTSE (+0.10%) dan CAC (+0.23%) dibuka menguat. Nilai tukar Euro (+0.1%) menguat sedangkan Poundsterlinag (-0.1%) terlemah dalam hampir 3 minggu terakhir. Sentimen selanjutnya Investor akan lebih mencermati data PMI sektor Jasa dan Penjualan ritel di Eropa dan AS