INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Jokowi mengakui bahwa industri pariwisata belum dikerjakan secara serius, padahal produknya ada semua namun perlu waktu.

Advertisement

"Saya kira kit semua paham bertahun-tahun jumlah wisman kita tidak pernah tembus ke angka 10 juta, padahal Thailand 30 juta, Malaysia 24 juta, produk kita 10 kali yang mereka punya, mungkin 15 kali dari yang mereka punya," kata Presiden Jokowi Presiden saat berbicara dalam acara penutupan rapat koordinasi nasional Kadin 2017 di Jakarta, Selasa.

Namun, kata Presiden, Thailand, Malaysia, Singapura terus berkembang sehingga dirinya ingin menggugah dunia usaha agar peluang seperti ini dimanfaatkan, "Kita punya Labuan Bajo tinggal jual saja, kita punya Danau Toba, Wakatobi, Borobudur, Bromo, tapi nggak pernah kita perbaiki bersama," kata Presiden.

Advertisement

Ia mengakui masih ada perdebatan saat ini terkait memperbaiki produk dulu atau membangun "brand" atau memasarkan dulu.

"Dua-duanya harus jalan, kalau nggak kita telanjur gembar-gembor bangun 'brand', orangnya kecewa nggak balik lagi. Ini pekejraan besar dunia usaha," katanya.

Advertisement