Usung Tema Bhineka dan Berkarya, Jakarta Fashion Week 2017 Siap Digelar

Oleh : Amazon Dalimunthe | Senin, 02 Oktober 2017 - 08:57 WIB

Peragaan Busana pada Jakarta Fashion Week. (Foto Show)
Peragaan Busana pada Jakarta Fashion Week. (Foto Show)

INDUSTRY.co.id - Jakarta,- Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tidak mengusung tema tertentu, penyelenggaraan Jakarta Fashion Week ke-10 tahun 2017 ini mengusung tema Bhineka dan Berkarya. Peragaan mode akbar di Indonesia ini akan menghadirkan 175 desainer dan segudang tren busana untuk tahun 2018 mendatang.

JFW 2018 akan membawa desainer-desainer Indonesia khususnya yang tergabung dalam program inkubasi Indonesia Fashion Forward ke kancah mode Internasional. Demikian disampaikan oleh Direktur Jakarta Fashion Week, Lenni Tedja.

"Selama 10 tahun penyelenggaraannya, JFW telah menjadi cerminan Indonesia yang terdiri dari individu yang berbeda baik itu genre fashion, bahan dan material, hingga tema. Namun semuanya tetap berjalan secara dinamis dalam menghasilkan karya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, JFW tahun ini akan hadir dengan mengusung sebuah tema, Bhineka dan Berkarya," kata Lenni Tedja

Keragaman fashion di Indonesia yang semakin berkembang menjadi wajah kebhinekaan dalam berkarya. Jakarta Fashion Week hadir sebagai wadah untuk menghadirkan kebihinekaan dalam industri fashion Indonesia. Tidak hanya desainer dalam negeri, sama seperti JFW sebelumnya, pagelaran yang akan digelar pada 21-27 Oktober 2017 mendatang ini juga menghadirkan desainer dari negeri tetangga dan Internasional seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.

Pada JFW 2018 kali ini, akan menampilkan berbagai fashion show kolaborasi dengan organisasi dan pusat kebudayaan international, seperti Kedutaan Australia, Kedutaan Swedia, The British Council, Korea Creative Content Agency dan Korea Model Association, hingga Japan Fashion Week Tokyo. "Beberapa negara juga mengirimkan desainer berbakatnya untuk tampil di ajang ini, seperti Swedia, Korea, India, dan Brazil yang akan tampil di Fashion Atrium Senayan City," tambahnya.

Tahun ini tambah Lenni akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Fashion Atrium yang biasa diselenggarakan di dalam mal akan dikemas seperti di Fashion Tent. Selain fashion show, pada JFW 2018 juga akan ada acara menarik lainnya seperti workshop, seminar, kompetisi, hingga pameran dagang, di mana pengunjung bisa langsung membeli rancangan para desainer yang tampil di JFW 2018. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Webinar F&B Series 1 - Adapting to New Normal

Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:00 WIB

HIPMI: Perubahan Model Usaha jadi Strategi Bisnis saat Pandemi

Pivot bisnis merupakan sebuah aktivitas pengembangan bisnis dengan mengubah model b isnis itu sendiri, namun tetap berpijak pada visi bisnis yang dimiliki. Tetapi ketika pelaku usaha menghidupkan…

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin ( Foto : Arief/Man)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:32 WIB

PSN Senilai Rp4.183 triliun Dilanjutkan, DPR Cantik Ini Minta Pemerintah Hati-hati dan Mengutamakan Pemerataan Pembangunan

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mengimbau Pemerintah untuk mengutamakan prinsip pemerataan pembangunan dan penciptaan efek pengganda bagi ekonomi rakyat dalam mengembangkan…

Equator Prize 2020 Tetapkan Komunitas Adat Indonesia Sebagai Pemenang

Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:30 WIB

Equator Prize 2020 Tetapkan Komunitas Adat Indonesia Sebagai Pemenang

Forum Musyawarah Masyarakat Adat Taman Nasional Kayan Mentarang dinobatkan sebagai salah satu penerima Equator Prize 2020. Penghargaan ini diberikan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa…

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:15 WIB

Setelah Harga Gas Industri Berhasil Turun Jadi US$ 6 per MMBTU, Asaki Kini Pertanyakan Safeguard Keramik Asal India dan Vietnam

Stimulus harga gas yang baru akan lebih terasa optimal jika didukung oleh penerapan safeguard terhadap produk impor dari India dan Vietnam.

Wisata Alam

Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:00 WIB

Wisata Alam Bakal Jadi Pilihan Utama Usai Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah memberikan tantangan berat pada sektor pariwisata yang belum pernah dialami sebelumnya. Setelah sekian lama masyarakat terisolasi, dorongan untuk berlibur…