INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak masyarakat untuk menghentikan pro dan kontra terkait sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S), karena masih banyak persoalan kebangsaan yang harus segera diatasi bangsa Indonesia, seperti masih adanya kesenjangan ekonomi dan daya beli masyarakat semakin menurun.
"Kalau ada pihak yang mau nonton film G30S silahkan, dan tidak mau nontonpun dipersilahkan. Kita jangan menghabiskan energi untuk masa lalu, namun sebagai pembelajaran tidak masalah," kata Zulkifli dalam diskusi bertajuk "Pancasila, Komunisme, dan Pengkhianatan Negara" yang diadakan Pergerakan Indonesia Maju, di Jakarta, Jumat (29/9/2017)
Dia mengatakan Ketetapan MPRS Momor 25 tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara Republik Indonesia, dan larangan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme masih berlaku.
Menurut dia, Tap MPRS tersebut masih berlaku sehingga permasalahan dan perdebatan mengenai PKI serta ajarannya sudah selesai sehingga yang diperlukan saat ini adalah menghentikan pro dan kontra.
"Kita menghadapi tantangan berat sehingga harus 'move on', seperti kesenjangan ekonomi, daya beli menurun, dan anak muda melupakan sejarah bangsa," ujarnya.