INDUSTRY.co.id - Jakarta, Masuknya perusahaan asing beserta investornya pada industri kayu dan mebel memukul telak pelaku usaha furnitur di Indonesia . Jika kondisi ini terus didiamkan, daya saing industri nasional akan hancur.

Advertisement

Ketua DPD Jabodetabek, Ade Firmen mengatakan, masuknya investasi asing ke Indonesia bukan membuat industri lokal maju, melainkan akan semakin terpuruk.

"Pasalnya, meraka (investor asing) datang ke Indonesia tidak mau gabung sama kita, mereka juga ikut buat usaha sendiri di Indonesia," ujar Sobur kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (28/9/2017).

Advertisement

Ia menambahkan, kondisi ini sudah berjalan dua tahun belakangan, meski tidak menyebut angka pendapatan tapi secara keseluruhan di Indonesia terjadi penurunan mencapai 50 persen. "Di beberapa daerah sudah terjadi, pengusaha besar mebel yang dulu sukses, sekarang jadi susah lagi," terangnya.

Menurut Ade, bisnis kerajinan kayu dan mebel yang didominasi oleh UKM, belakangan ini jumlahnya makin berkurang. Banyak pelaku usaha yang gulung tikar karena tidak mampu bertahan. "Ada ribuan pelaku usaha, dari 2000 sekitar 300 sudah tutup bangkrut," ucap Ade.

Advertisement

Kondisi ini diperparah ketika pasar dalam negeri justru lebih memilih produk perusahaan asing. Ia mengakui, kebanyakan masyarakat khususnya generasi muda cenderung memilih produk buatan perusahaan asing khususnya China karena faktor harga.

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan, perusahaan-perusahaan besar berani melakukan promosi dan diskon besar-besaran karena didorong oleh modal yang kuat. Sehingga perusahaan asing mampu membeli peralatan yang canggih untuk menciptakan produk berdesain cantik. Hal ini yang sulit dilakukan oleh perusahaan lokal.

Advertisement

"Kita kalah modal jadinya ya kalah promosi, kalah desain dan kalah harga," tegasnya.

Mengingat investor enggan menanamkan modalnya untuk industri kayu dan mebel lokal, lanjut Ade, maka satu-satunya harapan adalah pemerintah perlu memberikan bantuan modal agar perusahaan dalam negeri khususnya UKM bisa membeli mesin modern agar mampu menciptakan produk yang tak kalah cantik dengan harga bersaing.

"Kita perlu bantuan modal untuk membeli mesin modern dan program pelatihan agar hasilnya juga sesuai dengan minat pasar karena keunggulan kita hari ini hanya keunikan desain saja," imbuhnya.

Ade berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah agar industri mebel dan kayu nasional tidak benar-benar terputuk. "Dukungan penuh dari pemerintah sangat membantu industri lokal untuk tetap bertahan dan berdaya saing tinggi," tandasnya.