INDUSTRY.co.id - Jakarta-Awal pekan rupiah diharapkan menguat dengan adanya momentum penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang turun 25 bps.  Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support  support 13.345 dan resisten 13.270.

Pada penutupan akhir pekan lalu,  rupiah ditutup menguat sebesar 27 poin atau naik 0,20 persen ke kisaran Rp 13.312 per dolar AS.

Analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan meski laju rupiah akan menemukan momentum kenaikannya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif.

“Sebelumnya kami sampaikan, pergerakan rupiah yang masih terimbas kenaikan usd kembali menutup peluang rupiah untuk berbalik naik. Minimnya sentimen positif dan masih lebih besarnya perhatian pelaku pasar kepada pertemuan The Fed membuat laju rupiah melemah. Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya pasca Libur nasional dalam negeri. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif,” kata dia di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Secara eksternal, kata dia rupiah dipengaruhi pergerakan usd yang berbalik melemah setelah pertemuan The Fed dan adanya imbas kembalinya ketegangan di Semenanjung Korea setelah Korea Utara menyampaikan akan kembali melakukan serangkaian uji coba bom hydrogen tampaknya tidak banyak berimbas pada laju rupiah. Pergerakan rupiah pasca libur pun cenderung mengalami pelemahan.

“Minimnya sentimen positif dalam negeri pasca libur dan terdepresiasinya CNY setelah S&P global memberikan rating downgrade terhadap sovereign credit rating Tiongkok turut berimbas pada laju rupiah yang berbalik melemah,” katanya.