INDUSTRY.co.id, Sleman - Setelah menggelar Sleman Temple Run 2017 yang berlokasi di Tebing Breksi, akan ada sport tourism lagi yang bakal digelar yakni Tour de Prambanan 2017. Berbeda dengan Sleman Temple Run, kali ini mengusung perlombaan untuk para bikers atau lomba sepeda.

Advertisement

"Bagus! Sport tourism seperti marathonmaupin cycling atau balap sepeda itu cukup efektif untuk mengundang banyak wisatawan. Dan, indirect impact atau media valuenya sangat kuat," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, seperti dikutip dari facebook Kemenpar, Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Yang pasti, Sleman Temple Run maupun Tour de Prambanan itu, sama-sama mengekspose culture atau heritage. Sama-sama punya objek candi. "Jadi destinasinya bisa ditonjolkan sebagai atraksi," kata dia.

Advertisement

Dinas pariwisata Sleman bekerja sama dengan Lovina Tour and Organizer menyelenggarakan event olah raga sepeda ini pada hari Minggu, 29 Oktober 2017. Ya, Tour de Prambanan 2017 akan diadakan di komplek Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan sebagai start dan finish. Jarak yang ditempuh peserta adalah 100 km.

Perlombaan ini mengusung tema “Menyandingkan Olahraga, Budaya, dan Pariwisata”. Diharapkan event ini dapat mengenalkan pariwisata dan kebudayaan Sleman melalui olah raga sepeda.

Advertisement

"Rute menanjak akan dilalui peserta melewati Cangkringan - Museum Gunung Merapi. Para peserta juga akan mendapat suguhan pemandangan yang memesona. Mulai dari Pesona Merapi, hamparan kebun Salak, sawah yang menghijau, kawanan Burung Blekok akan menyapa peserta di perjalanan. Ini akan menambah sensasi tersendiri," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Dra Hj Sudarningsih MSi.

Sudarningsih menambahkan para peserta juga akan disuguhi atraksi budaya di salah satu pitstop dan di perjalanan. "Jadi jangan sampai terlewatkan. Segera daftarkan diri Anda. Kami sediakan form pendaftaran online untuk memudahkan calon peserta. Silakan klik di www.sepedasehat.com/registrasi/tdp2017," tambah perempuan yang akrab disapa Ning ini.

Advertisement

Untuk biaya pendaftaran, early bid yakni 18-25 September sebesar Rp 200 ribu. Sedangkan jika mendaftar pada tanggal 26 September hingga 22 Oktober akan dikenakan beaya sebesar Rp 300 ribu. Fasilitas yang akan didapatkan oleh peserta antara lain kaos, medali, makan siang, asuransi, dan hiburan seni budaya. Dan bagi yang beruntung akan mendapat door prize.