INDUSTRY.co.id -Jakarta-Analis memperkirakan Indeks Harga Sham Gabungan (IHSG) masih terlihat akan berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah capital outflow yang masih terjadi.IHSG diperkirakan dalam rentang 5797-5903.

“Tercatat dari awal tahun kondisi berada pada kondisi  capital outflow, walaupun belum  terlalu besar, namun cukup memberikan beban terhadap pola gerak IHSG untuk kembali naik  dan mengukir rekor baru lagi,  kembalinya capital inflow yang signifikan masih menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat membooster keberlangsungan kenaikan IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat,” ujar William Surya Wijaya, Vice president Research Department PT Indosurya Mandiri Sekuritas di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

IHSG (+0.25%) menguat tipis 14.76 poin dilevel 5871.88 dengan volume yang relatif moderate. Indeks sektor infrastruktur (-0.16%) dan Trading (-0.17%) menjadi penahan penguatan IHSG ditengah mayoritas bursa saham di Asia optimis.

Sedangkan sektor pertanian (+1.39%) dan Sektor property (+1.41%) memimpin penguatan. aksi jual investor asing diawal pekan cukup tinggi dimana terjadi net sell pada pasa reguler (425.82 Miliar) dan pasar nego (189.79 Miliar) sehingga total aksi jual investor asing net sebesar 615.61 Miliar rupiah. Data penjualan eceran lebih rendah dari perkiraan melambat hingga -3.3% dari 6.3% diperiode sebelumnya menjadi faktor utama penahan disaat data cadangan devisa naik diatas harapan $128.8 Miliar dari $127.8 Miliar.

Terlepas dari itu semua, ia menyodorkan beberapa saham-saham yang dapat diakumulasi investor, yaitu: HMSP, GGRM, UNVR, AKRA, TLKM, EXCL, MYOR, JSMR dan PTPP