INDUSTRY.co.id - Jakarta-Analis memperkirakan IHSG akan menguat meskipun indeks terlihat konsolidasi. Namun IHSG mendapat sentiment positif dari adanya laporan cadangan devisa yang naik dari Bank Indonesia(BI).IHSG diuji dalam rentang 5788 – 5881.

“Saat ini IHSG terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar paska rilis data perekonomian CADEV yang terlansir dalam posisi naik dan jauh diatas standar kecukupan International untuk impor yaitu sekitar 3 bulan, kondisi ini menunjukkan bahwa secara fundamental salah satu data perekonomian  menunjukkan bahwa masih berada dalam keadaan yang cukup stabil, jelang rilis data penjualan ritel juga akan turut mempengaruhi pola gerak IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat,”kata William Surya Wijaya, Vice president Research Department PT Indosurya Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/9/2017) IHSG (+0.42%) menguat 24.81 poin sebesar 5857.12 dengan volume perdagangan diatas rata-rata. Indeks sektor aneka industri (+         1.86%), pertambangan (+1.48%) dan industri dasar (+1.03%) menjadi motor pengerak pergerakan IHSG diakhir pekan.

Pasar negosiasi terjadi aksi jual investor asing cukup besar dilevel 2.49 Triliun sedangkan pasar reguler hanya net sell 243.01 Miliar sehingga total aksi jual investor asing sebesar 2.73 triliun rupiah. Total capital out flow minggu ini sangat tinggi dilevel 6.51 Triliun rupiah mengupas abis capital inflow yang terjadi selama tahun 2017.

Ia menyuguhkan beberapa saham-saham pilihan kepada investor,yaitu: ASII, ANTM, LSIP, ADHI,  CTRA, HMSP, SMRA, BBNI dan  BBCA.